" BABENA AZZAM - ALAM UNIK - ASTOBLOG.BLOGSPOT.COM " Alam Unik: 2011
http://blokosutoo-alamunik.blogspot.com/

September 03, 2011

OMBAK

Sendiri, aku termenung ditepian lautan, sesekali merasakan semilir angin menyapa, berdersir lirih dan membangkitkan bulu roma menahan dingin-menggigil, dibelai kehangatan alunan ombak membuncah, digulung kegalauan pasang ombak meringkih, sesirnanya ketiadaan sang rembulan, kembali keperaduanya yang sepi dari keramain.

Memandangi dari kejauhan, tampak setetes kerinduan belum kering dari jelaga, yang tak pernah ada dan mustahil terlampaui sejak dini, lantas memberikan penawar dahaga kehampaan, kekosongan jiwa. Menyapa dengan rasa terharu dan iba-mengiba, bertanya apa yang sedang dicari dan dinanti diesok hari, ditepian sesunyi dan sekosong ini, melebur dan mendiami sudut remang-remang hati, mencoba mengajak menantang gelombang laut pasang, menghadang segala marabahaya dan keruwetan hidup.

Gelap pekat hati dan jiwa sedang menggelayuti kesendirian ini, binggung tercerembab dalam kubangan noda hitam, selalu menciutkan telinga dan mengindahkan nasehat yang sangat berguna, tanpa memperdulikan adanya keperluan yang seperlunya terbutuhkan. Aku mencoba bangkit dari duduk, berdiri dan menatap ke cakrawala jauh diatas sana, dan aku yakin, disanalah tampak rahasia-rahasia malam yang semakin cepat berlalu, tanpa terketahui apa maksudnya dari ini semua.

Semakin aku memandang pelukan rembulan, sang raja malam yang telah hilang. Hanya meninggalkan pekat hitam menyelimuti langit. Semakin tak tahu apa tujuan malam didatangkan, perlahan-lahan menetes demi setetes air kebodohan, yang berusaha mendinginkan hati dan jiwa, tubuhku mulai menggigil menusuk palung hati terdalam, tak kuasa merengkuh air yang sudah terbentang luas. Namun ketakutan mengatakan itu hanyalah bias bayang-bayang samar dan jangan dihiraukan, teruslah berjalan menyusuri tepian laut. Aku pun ingin mempertanyakan sejenak arti perkataan itu, agar tidak terkesan menirukan yang tersirat, bahkan dicap sebagai penipu-ulung. Karna aku menyadari bahwa perwujudan hanya ada kalau dilakukan dengan perbuatan yang membuahkan pengalaman. Ibarat mendapatkan besi kuning pun sudah merasa puas namun hanya tipuan semata, mengelabuhi matahati, dan menduga itu adalah kepingan emas murni.

Kembali kedasar hati terdalam, mengecam kesesatan tanpa pembuktian secara membabi buta, tanpa menyadari airmata yang mengalir membasahi ciptaanya yang elok, lalu berkata " Hamba seonggok manusia tak berguna, yang dianugerahkan hati, jiwa, akal dan pikiran, tapi tak mampu memfungsikan dengan sebaik-baiknya. Aku pasrahkan jiwa raga untuk engkau perintahkan kemanpun itu asal diselamatkan".

Gmeblunk-Nyentriks
CAHAYA BULAN

Cahaya bulan tampakan wajahnya di tengah rambut,
Ibarat bunga bakung hitam menumpahkan air mata di atas mawar,
Kehalusan, kelembutan, dan keajaiban cinta tak tertangkap nalar,
Siapapun ingin merasakan cinta yang khusus dari sang pemuja,
Maka rendahkan hati serendahnya dihadapan Tuhan.

Cinta yang meletakan pada kerendahan hati,
Akan mampu membimbing untuk mengetahui diri sendiri,
Sehingga sebentuk tulus terlahir mencintai sepenuh hati,
Dari kesabaran yang sudah teruji penuh keyakinan,
Akan mematri sampai kedalam jantung kekasihmu,
Karna apa yang sedang dicari sudah tertemui padanya,
Dan tak akan ada yang memisahkan kecuali masa tiba.

Akan terasa berat sekali airmata bercucuran,
Bila tak ada niatan untuk berserah diri dan pasrah,
Apalagi memohon ampunan kepada Tuhan,
Karna cermin hati sudah dipenuhi debu disekujur bingkainya.

Cahaya bulan yang menyinari dimalam hari,
Tidak akan secantik bidadari yang turun dari langit,
Karna sinarnya tak mampu menerangi kerasnya hati,
Akibat dari kesombongan dan ke-Egois-an diri.

Sikap berbudi luhur menempatkan kearifan diri,
Yang telah merasuk dan terasakan kedalam jiwa,
Maka akan berbuah cinta yang tak terbatas,
Karna aneka warna penglihatan mampu mengungkapkannya,
Dan menguasai yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Gemblunk-Nyentriks
Ahh...Kamu!

Ceriamu, membangkitkan kembali gairah asa dalam impian, meremajakan semangat mengejar masa depan, melenyapkan kegundahan hati dan kegalauhan jiwa. Wajahmu, laksana tetesan embun pagi, mempercikan sentuhan alam yang asri, menentramkan kesedihan yang melanda jiwa, hingga dinginya menyejukan kalbu, dan dari balik mega langit biru tampak kau menari-nari tenang dengan cahaya terang.

Kau terus mendekat seruas jemari tangan, bisik-bisik mesra penuh getaran kerinduan, rayuan manja ada pada nada kelembutan, perhatianmu layangkan pelukan hangat, dan gerak gemulai tubuhmu terasakan sangat halus.

Karna mekar bunga narsis yang tersemat, tak harus menunggu musim berganti, menebarkan keharuman dalam taburan makhota bertahta mutiara. Itulah kecantikan menawan dan pesona keindahan akan hadirmu.

Akankah berakhir pada kedipan indah matamu?, atau pada senyum manismu yang terlihat malu-malu itu?, tatkala tali-tali jiwa kamu ikatkan pada doa-doa, tiada henti melaju berdawai disetiap waktu, dari balik pintu hati yang sedang menanti, dari tempat kau berdiri bersanding i'tikad hati. Aku pun tak tahu pasti, namun aku bisa rasakan itulah seruan hatimu, seakan menggenggam erat jiwaku, yang berkelana terbawa angin sampai kemari.

Saat kubuka matahati ada rindu berdesir, menyisir tiap sudut-sudut rongga hatiku, seakan merubah takdir berganti sebentuk cinta murni, melangkahkan panggilan Jiwa, menetapkan hati suci, meraih tujuan yang pasti, dan menjemput seberkas cahaya ter-ridai, dalam jalinan ikatan suci. Ahh…Kamu, bagai bunga mawar dalam kelopak.

Gemblunk-Nyentriks
Aku, Kau, dan Cinta Kita

Aku sebagai cintamu
yang menelusur disela hatimu
seperti akar menyusuri kedalam tanah
sampai menembus lapisan paling dalam
hanya mencari tempat ternyaman
tak bergerak dan berdiam disana

Dalam hatiku dalam hatimu

ada benih-benih sebentuk rindu
tumbuh diatas tunas-tunas baru
hujam akar keikhlasan yang biru
dari Yang Maha Satu

Kau sebagai cintaku

mengusung hati yang tegar
saat udara terhirup jalani hidup
meletakan hati yang sabar
saat terbina landasan iman tersandar pada cinta
sampai menemui haribaan semata

Demikian selaksa cahaya cinta kita

bertabur kasih dan sayang yang suci
bertahta disinggasana cinta abadi

Seperti gunung yang kokoh

kuat tertancap dan tak beranjak
saat terjadi bencana

Seperti batu karang

tak bergeming dari hantaman ombak
dan saat badai datang menerpah

Bukan dari manyun bibirmu

aku belajar mengerti
namun dari diam mu
saat memegang janji
aku belajar bijaksana.


Gemblunk-Nyentrik

September 01, 2011




Prophetic Psychology

oleh : Triwibs Kanyut
Review: Psikologi Kenabian (Prophetic Psychology)
Penulis: Hamdani Bakran Adz-Dzakiey
Penerbit: Fajar Media Press

Sayyed Hossein Nasr pernah mengatakan dengan agak sinis, "psikologi [ilmiah] Barat hanyalah karikatur atas jiwa manusia." Seorang psikolog Muslim yang mendalami jalan ruhani, M. Ozelzel, bahkan mengatakan, puncak dari psikologi ilmiah [Barat] adalah hanya awal dari psikologi ruhani Islam. Dalam perkembangan ilmu psikologi barat, disiplin psikologi yang hendak dijadikan sebagai pengetahuan "ilmiah" mencoba merumuskan dasar dan konsepnya berdasarkan filsafat positivistik, yang memuat premis bahwa segala sesuatu yang luput dari jejaring sains-ilmiah adalah pseudo-knowledge, sebab dianggap tidak bisa diverifikasi secara rasional dan empiris -- atau setidaknya secara metode ilmiah. Tentu saja ini berakibat pada reduksi ilmu psikologi hanya pada level empiris dan kognitif; bahkan ada satu masa dalam perkembangan psikologi muncul aliran yang mengelak dari pembahasan kognitif, apalagi ruhani, seperti dicontohkan oleh aliran behaviorisme. Namun situasi sedikit berubah setelah Maslow merumuskan piramida kebutuhan, dan setelah muncul gerakan ke arah psikologi spiritual, semisal C.J. Jung, Ken Wilber, Danah Zohar, dan sebagainya.

Kyai Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, pengasuh ponpes Raudhatul Muttaqien, Yogyakarta, mencoba memberi tawaran yang boleh disebut sebagai antitesis dari premis positivistik. Beliau membawa konsep psikologis lebih lanjut ke ranah spiritual, sebuah medan yang pelik dan halus, yang berbasis kenabian, dengan rujukan utama dari ajaran Islam. Kyai Hamdani menawarkan tesis yang sebenarnya sudah digagas sejak lama oleh para ulama-ulama Tasawuf. Psikologi manusia tak bisa direduksi hanya pada level mental-kognitif, tetapi mesti ditarik lebih mendalam ke hakikat atau akar dari fungsi penciptaan manusia itu sendiri. Karenanya, mau tak mau, agar psikologi ini bermanfaat lebih holistik, ia harus menyentuh pada persoalan mental, kognitif, jiwa dan ruh. Seluruh epistemologinya dibangun di atas pengajaran dan hikmah atau kearifan spiritual Nabi.

Berangkat dari sini, maka psikologi kenabian memiliki fungsi yang lebih integratif, yakni membawa manusia ke hakikat dari penciptaannya, sebagai khalifah di atas bumi; membawa manusia memasuki wilayah azaz penciptaan, yakni memahami hakikat diri -- atau, meminjam pepatah jawa, sangkan paraning dumadi. Ini tentu adalah tugas yang maha berat, sebab hal-hal yang dibahas dalam psikologi semacam ini jauh lebih mendalam dan transenden. Ungkapan "barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya" dan "Manusia diciptakan berdasarkan citra Tuhan (ar-Rahman)" menjadi salah satu pedoman penting dalam mengkaji psikologi kenabian. Karena fungsi utamanya bersifat ilahiah, maka mau tak mau mendalami psikologi kenabian akan menyebabkan kita harus belajar dan memahami tasawuf sebagai sebuah jalan yang absah untuk membangun pribadi rabbani.

Karenanya, banyak hal dalam buku ini tidak akan dijumpai dalam buku-buku psikologi modern standar Barat. Untuk memahami manusia secara utuh, menurut Kyai Hamdani Bakran, kita harus mengenal berbagai unsur dan organ lahir dan batin dalam diri manusia: kognitif, afektif, spiritual, nafs, qalb, ruh, dan bahkan ke hakikat asal dari penciptaan. Banyak hal menarik dalam buku ini, yang boleh jadi akan membangkitkan perhatian kita pada relasi konsep tasawuf dengan psikologi. Misalnya, ada pembahasan yang cukup mengejutkan ketika Kyai Hamdani menghubungkan psikologi dengan teori Nur Muhammad, konsep martabat tujuh, dzikir dan doa, shalawat, intuisi (ilham), ilmu mimpi, dan seterusnya.

sebagai sedikit ilustrasi, kita lihat bagaimana Kyai Hamdani dengan fasih mengaitkan konsep pendidikan ruhani, tazkiyatun nafs, dengan aspek fungsional manusia. Dalam Tasawuf, ada konsep takhalli, tahalli, dan tajalli. Takhalli, atau pengosongan, adalah membebaskan manusia dari atsar atau memori negatif, melepaskan gangguan rohani, baik melalui pembersihan perilaku, pikiran, makanan/minuman dan kelalaian pendidikan orang tua. Tahalli, atau pengisian, dikaitkan dengan identifikasi diri (self), yakni agar diri yang hakiki ini teridentifikasi maka eksistensi ruhaniah manusia perlu diisi dengan hal-hal yang ilahiah, yakni hal-hal yang berkaitan dengan hakikat dan fungsi dasar dari penciptaan manusia. Misalnya, ajaran Nabi, "awalilah segala sesuatu dengan basmalah" diuraikan lebih lanjut oleh Kyai Hamdani dengan memaparkan nilai dan fungsi psikologisnya. Terakhir, tajalli, dikaitkan dengan pengembangan diri (self development) yakni bagaimana mengejawantahkan seluruh potensi manusia, baik itu kognitif, afektif maupun ruhani, ke dalam aktivitas keseharian. Pembahasan ini menjadi menarik karena konsep tajalli yang aslinya berkaitan dengan manifestasi sifat dan tindakan Tuhan ini ternyata memiliki konsekuensi psikologis yang signifikan bagi perkembangan jiwa manusia.

Ada lebih banyak lagi mutiara ilmu yang terkandung dalam buku setebal 700-an halaman ini. Tulisan yang ringkas ini tentu saja tidak mungkin menjelaskan semuanya. Yang jelas, tawaran psikologi kenabian ini membuka lebih banyak khazanah pengetahuan yang selama ini hampir dilupakan dalam tradisi keilmuan modern. Dominasi paradigma yang berbasis positivistik telah membuang ruh dari setiap disiplin ilmu, yang menimbulkan ketidakseimbangan. Setiap persoalan diatasi dengan metode yang hampir tanpa koneksi dengan "keilahiahan" sehingga upaya mengatasi satu masalah akan diiringi dengan munculnya lebih banyak masalah. Dengan tawaran paradigma yang lebih holistik, Kyai Hamdani menawarkan peluang untuk menyeimbangkan kajian positivistik/ilmiah dengan dimensi keruhanian yang bersifat transendental. Semangat yang paling jelas dari tulisan-tulisan Kyai Hamdani Bakran, baik itu dalam buku ini, maupun di beberapa buku lainnya, adalah beliau ingin memberikan ruh pada setiap pengetahuan.Tulisan beliau menjadi lebih otoritatif, sebab beliau adalah seorang psikolog yang telah mendalami psikologi barat modern, sekaligus seorang yang mengamalkan ajaran Tasawuf dengan sepenuh hati.
Berjuang atau Menyerah?
oleh Percy Jackson

Banyak rekan agamis mengatakan bahwa Tuhan tidak mungkin diketahui oleh otak manusia yg terbatas ini. Begitu kecil artinya manusia di hadapan Tuhan. Lalu pertanyaannya...: Apakah mungkin dengan daya upaya manusiawi yg terbatas ini (doa, sholat, puasa, tarak, dzikir, dsb) kita mencapai sesuatu tataran yg tak terbatas?
Katakanlah anda berjuang sekuat tenaga. Bagaimanakah mungkin sesuatu yg merupakan usaha si diri yg sangat kuat tersebut mampu menghantar penyerahan diri total kepadaNya?
Bisakah anda melihat pertentangan / kontradiksi disini? Pertentangan yang lead to impossibility?

--------

*Keluhan yang Kusembunyikan* (Memoar seorang Jihadis)

Aku tahu aku tak berdaya
Aku manusia nista berdosa
Maka aku berjuang sekuat tenaga menghapus dosaku,
tapi kusadari aku begitu tidak sempurna dalam ibadahku
kebajikanku sangat kecil, kusalahkan dunia karena ini
Maka kukeraskan tekad perangku
Walau semakin berupaya keras, ku merasa semakin jauh
ini sungguh mengerikan.

Aku tahu aku manusia lemah
Aku nista dihina
Maka aku berjuang untuk menunjukkan siapa sesungguhnya diri kami
tapi kusadari tiap langkahku semakin menapakkan aib
kebajikan yang kupikir menjadi bumerang
Tiada pilihan, kubulatkan perjuanganku
Namun semakin bulat, kusaksikan dunia mentertawaiku
ini sungguh memuakkan.

Kusangsikan apakah aku terjebak?
Tetapi mengapa serasa begitu buntu?
Lebih baik aku mati
untuk harga diri yang semakin mengeras ini."
TERSESAT DALAM AGAMA


Agama adalah Jalan…
Jalan untuk menuju kepada Kebenaran
Jalan menuju kepada Kehidupan
Jalan menuju kepada Kebaikan
Jalan untuk saling Mengasihi
Dan jalan menuju kepada Pencerahan

Namun Mengapa ?
Agama menjadi jalan menuju kepada kesalahan
Jalan kepada kematian
Jalan kepada kejahatan
Jalan untuk saling membenci
Dan jalan menuju kepada kesesatan
Agama hanya dijadikan simbol beriman
Dijadikan kebanggaan tanpa mengerti keimanan
Begitu banyak orang-orang
Karena kepintaran atau kebodohannya
Memahami ajaran agamanya
Tanpa menggunakan Kebijaksanaan
Tanpa menggunakan Nuraninya
Tak heran….
Dunia menjadi semakin kacau
Banyak orang-orang tak waras berkeliaran
Berteriak-teriak atas nama Tuhan
Penuh kesombongan
Membunuh, merusak, membenci
Menghakimi dan mengadili dalam amarah

Dikatakan sebagai perintah Tuhan
Agama yang seharusnya sebagai Jalan
untuk membebaskan dari ketersesatan,
Akhirnya dijadikan jalan untuk menyesatkan !
Saatnya membuka mata, pikiran dan hati
Untuk mendengarkan suara Tuhan yang sesungguhnya!


Percy Jackson
KENAPA MERASA BODOH ITU SANGATLAH BERGUNA

Manusia hidup pada sebuah alur, Perputaran roda yang dimulai dari kelahiran dan diakhiri dengan kematian,

Selama proses kehidupan tersebut, manusia dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap macam macam hal yang lewat di alur hidupnya.

Belajar dan terus belajar, itulah Hidup.

Dari hasil belajar itu kita bisa mengetahui banyak hal yang terjadi di kehidupan kita, banyak yang kemudian menjadi ahli dan lalu mengajari orang lain, entah itu ahli dalam pekerjaan, ahli dalam cara berpikir, ataupun ahli agama

Saat kita merasa menjadi seorang ahli, seringkali ego ahli, ego senior merasuk ke diri kita, merasa diri ini pintar, merasa diri ini tau banyak.

Namun yang perlu di ketahui, sebenarnya merasa ahli, merasa pintar, merasa senior itu sebenarnya berbahaya? (terkadang sangatlah berbahaya)
Dalam tahapan ini banyak yang kemudian berhenti belajar, berhenti bertanya, angkuh, lalu memandang remeh sesuatu yang dia anggap kecil dan tidak sebanding dengan keahliannya, termasuk memandang rendah terhadap junior dan memandang remeh pekerjaan pekerjaan kecil, dan banyak seseorang yang merasa ahli kemudian menjadi
anti kritik dan tidak kritis lagi

Saat didapati kritik dari orang yang dia pandang tidak sebesar dia, egonya akan tinggi lalu tidak memandang kritik tersebut sebagai sebuah masukan, malah memandang kritik tersebut sebagai penghinaan, sebagai pelecehan terhadap apa yang dia yakini sebagai keahliannya

Berusaha membentengi dirinya dari perasaan dilecehkan tersebut, mencari cari pembenaran terhadap sikapnya dan mengabaikan kritik yang masuk, walau sebenarnya di dalam hati dia tau kritik itu benar namun dia tak mau mengakuinya

Ego itu pun akan membuat seseorang menjadi tidak kritis terhadap keanehan keanehan di sekitarnya, karena perhatiannya seringkali hanya terpusat pada hal hal yang dia anggap layak untuk dia perhatikan, dan bukan tidak mungkin hal ini akan membuat dia mudah terjebak

Kenapa?
karena orang yang merasa pintar seringkali merasa malu untuk bertanya, terutama bila yang dipertanyakan adalah hal yang dianggapnya remeh,kecil atau lebih diketahui juniornya

Sungguh teramat beda sekali dengan sikap yang di tunjukan sewaktu masih amatiran, masih pemula, masih bodoh,

Si bodoh tidak akan berhenti belajar karena dia merasa masih membutuhkan pelajaran yang lebih dan lebih lagi,

Si amatir tidak akan menyombongkan dirinya, karena dia tidak merasa pantas untuk bersikap sombong,

Si pemula tak akan merasa malu untuk bertanya, sekalipun itu hal hal yang remeh dan kecil, jika dirasa aneh dan dia tak mengetahui jawabnya

Dengan begitu, si junior ini justru akan lebih eling dan waspada dibanding dia yang merasa dirinya ahli dan senior,

Maka dari itu, tetaplah dalam hidup ini anda menjadi seorang pemula, jangan merasa ahli, dan teruslah belajar


=============
Akeh lumuh katokna balilu, marma tansah mintonaken kawruh pribadi, amrih denalema punjul

Banyak banyaklah menahan diri dan memperlihatkan kebodohan, jangan menyombongkan kemampuan sendiri, jangan pelihara sikap ingin dipuji

Serat Wedharaga
R. Ng. Ranggawarsita

Agustus 30, 2011

selamat hari raya idul fitri mohon ma'af lahir dan bhatin



POSISI TIDUR YANG BAIK AKAN MEMPENGARUHI KESEHATANT


tidur bagaimanakah yang anda sukai ??

  1. tidur dengan posisi miring

    bila anda merasa sangat nyaman sekali dengan posisi tidur sepeti ini sebaiknya persiapkan tidur dengan posisi badan miring ke arah kanan. dengan begitu tidak membebani jantung dengan berat badan anda karena proses pompa jantung berjalan terus menerus tanpa henti. bayangkan bila berat badan anda membebani jantung maka yang akan terjadi adalah kelelahan pada jantung dan akan berakibat fatal untuk jangka panjang.


  2. tidur dengan posisi badan telentang

    sebenarnya tidur dengan posisi badan telentang adalah sangat baik untuk njenengan njenengan yang seringkali merasakan nyeri/sakit pada bagian punggung. sisipkan bantal pada bawah lutut adalah baik untuk mengurangi beban pada punggung bagian bawah.



  3. Tidur dngan posisi badan Telungkup/ tengkurap

    posisi seperti ini adalah sangat buruk sekali karena secara langsung menekan organ pada bagian dada dan perut khususnya Jantung. tapi apabila memang karena sebab terpaksa njenengan harus tidur dengan posisi tersebut, maka yang harus njenengan lakukan adalah : gunakanlah bantal sebagai alas perut dan pinggang yang harus njenengan hindari pengguna'an bantal pada bagian kepala atau apabila kurang nyaman ambil bantal sebagai alas kepala yang lebih kecil agar tidak terlalu menekan pada leher kita.



  4. bila anda menyukai bermeditasi .. luangkan waktu relaksasi sebentar sebelum tidur



  5. ganti alas tidur yang lebih nyaman alias empuk .. bersihkan sprei agar debu debu tidak menempel dan mengganggu proses bernafas anda sewaktu tidur.


  6. Dan sangat sangat di sarankan untuk menghindari posisi tidur seperti ini ( klik disini )



Agustus 26, 2011

misteri asal usul Gajah Mada

Adakah yang tak kenal dengan tokoh ini ? .. masyarakat Indonesia telah mengenal nama besar Gajah Mada sang Mahapatih Majapahit, orang pertama yang mampu mempersatukan Nusantara. akan tetapi sampai saat ini, setelah 7 abad sejak kebesaran namanya berkibar di seantero jagat Nusantara,

Tidak ada satu pun masyarakat Indonsia yang mampu mengungkap misteri asal-usulnya bahkan tentang akhir hidupnya. Bukan saja tentang asal-usul dan kematiannya, tentang strategi politik menuju posisi puncak di Majapahit serta strategi perangnya menguasai Nusantara juga masih menyimpan banyak misteri yang tak terjawab hingga kini.

Tidak ada satu sumber pun yang dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui asal Gajah Mada dan siapa orang tuanya. Para sejarawan bersilang pendapat tentang asal usulnya. Ada yang menyebut Gajah Mada berasal dari Sumatera, tepatnya dari Minangkabau dengan asumsi bahwa kata Mada itu di Minangkabau berarti bandel, sementara di Jawa tidak ada kata Mada dalam kosa kata bahasanya.

Selain itu gelar Gajah juga diambil dari asal nama binatang yang berada di pulau andalas itu. Asumsi ini diperkuat dengan kedekatan hubungan antara Gajah Mada dan Adityawarman (pendiri kerajaan Pagaruyung), seorang pangeran Majapahit berdarah Sumatera, kemungkinan Adityawarman lah yang membawa Gajah Mada ke Majapahit.

akan tetapi sebagian lainnya menyebutkan Gajah Mada berasal dari Bali. Masyarakat Bali mempercayai cerita turun temurun yang menyebut bahwa ibu sang patih ini berasal dari Bali. Ada juga yang memperkirakan Gajah Mada berasal dari suku Dayak Krio di Kalimantan Barat, merujuk dari kisah moyang suku Krio tentang seorang Panglima besar dayak bernama Panglima Jaga Mada yang diutus ke Jawa Dwipa untuk menguasai tanah Jawa.

kemudian ada juga yang menyebut bahwa Gajah Mada itu berasal dari Mongol. Diperkirakan dia adalah salah satu pimpinan pasukan Mongol yang tertinggal. Ketika itu Raden Wijaya (pendiri Majapahit) mengalahkan pasukannya yang berniat menyerang Raja Kertanegara karena telah melecehkan Mongol dengan memotong telinga Meng Khi (utusan Mongol).

Misteri yang luar biasa adalah tidak diketahuinya secara pasti bagaimana rupa Gajah Mada sampai saat ini. Penemuan terakota pipi tembeb di Trowulan yang disebut-sebut sebagai perwujudan wajah Gajah Mada sampai saat ini juga belum terbukti.

Rupa Gajah Mada yang kita kenal sekarang ini juga menjadi polemik dan kontroversi karena sebagian orang menyebut bahwa penggambaran rupa Gajah Mada itu hanya rekaan Moh.Yamin pengarang buku “Gajah Mada Pahlawan Nusantara”. Lihat saja wajah Gajah Mada dan bandingkan dengan wajah Moh.Yamin, sangat mirip. Jadi kemungkinan besar rupa itu hanya rekaan Moh.Yamin yang menjelmakan wajahnya sebagai Gajah Mada.

Kita mengetahui awal kisah kariernya menuju posisi Mahapati berawal sebagai prajurit pengawal raja (bhayangkara). Dikisahkan Gajah Mada hanya seorang bekel bhayangkara pada masa pemerintahan Raja Jayanegara. Kemudian terjadi pemberontakan para Dharmaputra pimpinan Ra Kuti yang berhasil menguasai kerajaan.

Gajah Mada berhasil menyelamatkan sang Raja dari para pemberontak. Bahkan kemudian Gajah Mada berhasil merebut kembali kerajaan, membunuh Ra Kuti dan mengembalikan tahta ke tangan Jayanegara. Ini juga menjadi misteri, bagaimana cara seorang bekel bhayangkara mampu memukul kembali para pemberontak yang sedemikian kuat hingga bisa menguasai kerajaan. Setelah berhasil mendudukan kembali Jayanegara sebagai Raja, Gajah Mada kemudian diangkat menjadi patih di Daha dengan Raja Dyah Gitarja (adik tiri Jayanegara).

Kematian Jayanegara yang dibunuh oleh Ra Tanca juga menjadi misteri tentang Gajah Mada. Dengan matinya Jayanegara, Dyah Gitarja kemudian naik menjadi Raja bergelar Tribhuana Tunggadewi. Ini menimbulkan kecuriga'an bahwa pembunuhan Jayanegara memang telah direncanakan Gajah Mada sebelumnya dengan memakai tangan Ra Tanca, mengingat Gajah Mada lebih dekat dengan Dyah Gitarja ketika di Daha dan kematian Jayanegara menguntungkan bagi Gitarja. Selain itu, ketika Ra Tanca membunuh Jayanegara, tabib itu langsung dibunuh oleh Gajah Mada tanpa dihadapkan ke muka sidang pengadilan. Setelah Gitarja menjadi Raja, kemudian Mahapatih Arya Tadah memberikan jabatannya kepada Gajah Mada. Konspirasi ini dirasa mirip dengan konspirasi peralihan kekuasaan di zaman Indonesia modern (baca: konspirasi tahun 65).

Masa pemerintahan Hayam Wuruk menjadi masa-masa keemasaan Majapahit dibawah pemerintahan Gajah Mada. Posisi Gajah Mada sebagai Mahapatih, jabatan tertinggi setelah Raja secara otomatis memberinya kekuasaan yang sangat luas mengingat Raja hanya sebagai lambang negara sementara Mahapatihlah yang memegang pucuk pemerintahan dan militer. Ketika itu Majapahit telah menguasai Nusantara, dari Semenanjung Malaya, Tumasik (Singapura), Swarnadwipa, Sambas, Brunei, Bali, Lombok hingga Siam. Untuk menguasai negeri-negeri maritim ini Gajah Mada membangun armada perang yang luar biasa kuat dibawah pimpinan Laksamana Nala. Tapi sampai saat ini bagaimana kebesaran armada dan bagaimana strategi perang sang Mahapatih tidak kita ketahui detail sebagaimana strategi perang Sun Tzu yang kesohor itu. Mungkin jika kita mengetahui tentang strategi perang Gajah Mada, pastilah tidak kalah hebatnya dari Art of War nya Sun Tzu itu.

Sebagai kepala pemerintahan, keberhasilan Gajah Mada membangun lay out ibukota Majapahit yang nyaris sempurna, benteng-benteng hingga kanal-kanal air membuat kita berpikir keras bagaimana dan dari mana ia memperoleh ilmu pengetahuan itu. bahkan KOMPAS pernah membahas tentang kecanggihan sistem pengairan Majapahit. Sistem pengairan ini bahkan bisa menjadi acuan bagi pemerintah DKI sebagai salah satu solusi mengatasi banjir saat ini. Peradaban yang luar biasa maju di zamannya. Lantas pertanyaannya, dari mana dia mendapat pengetahuan tentang itu ?.., kembali ini sebuah misteri.

Selanjutnya adalah misteri tentang perang Bubat. Kemungkinan cerita tentang perang yang mencoreng nama Gajah Mada ini hanya cerita karangan Belanda yang ingin memecah belah. Sebab hanya bersumber dari Syair Kidung Sundayana, sementara sumber dari prasasti atau Negarakertagama sendiri tidak menceritakan hal ini. Belanda melakukan ini sebab ingin memecah belah kekuatan Raden Patah (keturunan Majapahit dari Brawijaya) yang bergabung dengan kerajaan Sunda melawan Belanda. Ini juga salah satu misteri Gajah Mada yang tak terungkap.

Akhir hidup Gajah Mada juga tidak jelas. Gajah Mada tidak diketahui mempunyai istri dan keturunan. Tidak diketahui juga bagaimana dia mangkat, dimana dikebumikan dan dimana ia menghabiskan sisa hidupnya setelah tidak menjadi Mahapatih. Tidak ada satu pun candi yang didirikan untuk mengenang dirinya. Meski banyak prediksi dan perkiraan tentang makam Gajah Mada, petilasan dan lain sebagainya, tapi ini belum juga bisa dibuktikan secara ilmiah.

Tokoh besar ini menjadi salah satu misteri besar bangsa ini.

(Diturunkan oleh: Yousri Nur Raja Agam dari artikel Erwin Yahya)





Salah Satu Kisah tentang Ratu Kidul


Menurut yang di yakini orang Jawa terhadap Kanjeng Ratu Kidul memang telah mengakar hingga sekarang meski Zaman sudah berganti modern. Apalagi bagi kalangan masyarakat Jawa pesisir selatan, Kanjeng Ratu Kidul sangat akrab dan bahkan di kagumi dalam dunia batinnya. Berbagai acara ritual maupun acara tradisi sering diadakan untuk memujanya.
Orang Jawa memiliki keyakinan kuat kepada Kanjeng Ratu Kidul sejak Panembahan Senopati melakukan pertemuan mistis dengan Ratu Kidul di Cepuri, Parangkusuma. Hal ini sampai melegitimasi keraton Yogyakarta bahwa Ratu Kidul adalah sosok yang berkekuatan magis yang patut dipuja. Pemujaan oleh keraton Yogyakarta dan Surakarta sebagai trah Mataram adalah dengan melakukan labuhan khususnya pada bulan Suro. tujuan Labuhan adalah sebagai perwujudan pisungsung kepada Ratu Kidul agar tak mengganggu ketenteraman kerajaan. dan sebagai harapan melalui pemujaan tersebut Ratu Kidul tetap setia pada kerajaan dan bisa berperan membantu apa yang diinginkan oleh kerajaan.

Kanjeng Ratu Kidul adalah penguasa laut/pantai selatan. Karenanya, sepanjang deretan laut selatan, seperti pantai Parangtritis, Baron, Pandansima, Kukup dan sebagainya, di yakini sebagai wilayah kerajaan Ratu Kidul. Maka, di daerah Cilacap juga sering dilakukan sedhekah laut, yang intinya juga memberikan pengorbanan kepada Ratu Kidul degan ritual yang di yakini masyarakat pesisir sekitar. Jika tak diberi pisungsung, orang Jawa yang meyakini merasa khawatir jika hidup dan penghidupannya terganggu oleh kekuatan siluman. Apabila Ratu Kidul sebagai penguasa siluman diberi pengorbanan diharapkan bisa membantu hidup orang Jawa khususnya di wilayah pesisir selatan.

Sebagian orang Jawa sering mengatakan dan menghubung hubungkan kecelakaan/musibah yang berhubungan dengan air, seperti hanyut terbawa banjir, terbawa ombak, dianggap sedang diinginkan atau orang jawa biasa mengatakan sedang di
kersa'ake oleh Ratu Kidul. Posisi sosial Ratu Kidul di atas pemikiran orang Jawa , sehingga dalam segala tindakan orang Jawa memberikan caosan kepada Ratu Kidul.

Menurut salah seorang paranormal yang tinggal di Pleret, Bantul, Ratu kidul bukanlah jin atau setan, melainkan Dewa (Twikromo, 2000:56). Dia juga sering dianggap sebagai raja super yang menjadi wakil Illahi. Maka tidaklah mustahil dengan keyakinan sebesar itu kalau orang Jawa banyak yang minta berkah kepadanya. Dalam
Babad Tanah Jawi dikisahkan bahwa putera kerajaan Pajajaran bernama Dewi Suwidi amat cantik. Dia senang bertapa sehingga banyak jejaka yang ditolaknya. Karena itu, sang raja menjadi marah karena puterinya tak segera menikah. Diusirlah sang Dewi dari kerajaan.

Dewi Suwidi pergi ke Gunung Kombang dan bertapa di situ. Sampai-sampai dia mengubah penampilannya seperti laki-laki. Karena di atas gunung itu terdapat pohon cemara, dia lalu bergelar Ajar Cemara Tunggal. Pada waktu itu ada jejaka bernama Raden Sesuruh yang datang. Jejaka ini diberi wangsit oleh Ajar Cemara Tunggal agar berjalan ke timur, dan kelak jika menemukan buah kemaja yang pahit, di situ akan dia harus membuat kerajaan. Suatu saat Ajar Cemara Tunggal merubah rupanya menjadi sosok wanita cantik sehingga Raden Sesuruh jatuh cinta. akan tetapi Sang Dewi menolaknya, dia justru berlari ke laut selatan dan kelak menjadi raja di sana. Akhirnya, dia dikenal sebagai Ratu Kidul hingga sekarang. Meskipun dia tak mau dipersunting oleh Raden Sesuruh, namun dia tetap berniat membantunya. Jika Raden Sesuruh membutuhkan, dia akan membantu apa yang diinginkan.
Dari kisah tersebut tampak bahwa Ratu Kidul memiliki kehebatan tertentu. Dia adalah sosok yang dipuja sejak kerajaan Majapahit belum berdiri, hingga kerajaan Mataram. Keraton Yogyakarta membagi struktur kehidupan menjadi mancapat. Keraton terletak di tengah, sedangkan di sebelah selatan adalah Ratu Kidul, utara adalah Gunung Merapi, sebelah timur Gunung Lawu diperlawankan dengan Kahyangan Dlepih. Keraton sebagai pancer (pusat kendali) selalu melakukan labuhan berupa pisungsung di empat wilayah tersebut. Keempat wilayah itu dipercaya sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam struktur keraton.

Salah satu kisah ini dari sekian banyak kisah telah mendarah daging terhadap seluruh lapisan masyarakat mulai dari trah atas, menengah hingga bawah secara sugesti fikir maupun bhatiniyah sehingga mengakar sampai alam bawah sadar

Bahkan ada beberapa kasus adanya kamar khusus Kanjeng Ratu Kidul salah satunya di Hotel terbesar di pelabuhan Ratu yaitu di hotel Samudera. Hotel yang telah di kenal oleh banyak turis dari lokal hingga manca negara. Kamar khusus ini memang sengaja di sediakan oleh pemilik Hotel yang konon katanya karena sebab perminta'an dari kanjeng Ratu kidul.

ada kelanjutan dari kisah KANJENG RATU KIDUL dan beberapa kisah pengalaman seseorang yang telah menyaksikan kehadirannya. bila ingin melanjutkan klik judul di bawah ini >>>>

Agustus 24, 2011

CIRI WANITA YANG MENGGAIRAHKAN

nikmatnya bercinta terletak pada sempurnanya permainan/perlakuan, dalam hal ini kekompakan sangatlah dibutuhkan. Memiliki pasangan yang hebat dan mengerti setiap keinginan anda sudah tentu akan semakin memudahkan anda mencapai puncak orgasme.

Menyimak lebih ke dalam lihainya pasangan saat berada diatas ranjang, oleh sebab itu adalah suatu kewajiban bagi anda untuk mengetahui ciri-ciri khusus wanita yang menggairahkan saat berada bercinta, menurut berita yang di lansir Askmen, sebagai berikut ciri ciri wanita yang anda perlu ketahui :

Selalu penuh kesegaran
Hal terpenting bagi kaum hawa sebelum bercinta di mulai dengan sebuah kesegaran. Janganlah heran bila pasangan seperti ini akan selalu tampil segar dan bersih di hadapan anda, karen ini merupakan salah satu pertanda dia ingin mengemas momen khusus dengan anda. Kulitnya yang bersih dan lembut serta semerbak harum tubuhnya yang tak lain untuk memikat perhatian anda. Terlebih ketika anda menyentuh area sensitif miliknya, anda tak hanya akan merasakan kesegaran namun dia pun akan semakin bersemangat dengan aksi nakal anda.


Ahli bermain oral dan Memberikan kejutan istimewa merupakan salah satu upayanya mengikat konsentrasi anda, secara perlahan pasangan mulai menggunakan jemari tangannya meraba-raba sekujur tubuh anda hingga pada bagian terpenting dan dalam hitungan waktu mulai mengarahkan mulutnya memberikan sensasi oral untuk anda. Agar semakin bergelora, biasanya para wanita pun melancarkan sensasi oral sambil menatap kedua mata anda. Alhasil, sensasi pun semakin kuat terasa hingga anda merasa lemas dibuatnya.

Membuka petualangan yang baru
Apabila selama ini pasangan anda selalu terlihat malu-malu dan menunggu sikap agresif anda, justru kini dia tak lagi pasif, melainkan secara spontan membuka petualangan baru dengan segala bentuk kenakalan yang membuat anda tak tahan. Mulai dengan melancarkan jurus dirty talk sampai menampilkan tarian erotis.
Dia mengusulkan ide bercinta terbaru
Di balik keluguan dan kepolosan dirinya, tanpa anda sadari pasangan menyimpan segudang ide brilian menikmati kencan seks yang menyegarkan bersama anda. Beragam ide nakal seperti menikmati kencan seks di atas meja atau berbagai lokasi yang belum anda pernah coba. Bahkan tak ragu-ragu ia mulai mempelajari tehnik-tehnik bercinta sehingga saat berlangsung tak lagi canggung dan di tambah dengan berbagai improvisasi agar suasana semakin memanas.

Pose sensual dan menggairahkan
Tampil ?menantang’ dihadapan anda bukan hal yang sulit bagi dirinya. Pasangan anda yang dulu selalu seksi dengan balutan baju tidur yang mini, kini sudah ditanggalkan dan beralih pada pose-pose sensual. Anda pun akan semakin leluasa melihat pasangan tanpa di balut sehelai benangpun, berpose sensual di atas ranjang. Bahkan saat di depan anda dia tak ragu-ragu bercermin menujukkan keseksian yang melekat pada tubuhnya.

Atribut seksi yang tak pernah ditinggalkan
Tak hanya berpose sensual dengan tanpa busana, untuk memeriahkan pertempuran pasangan anda akan menggali berbagai ide cemerlang misalnya mulai mengenakan berbagai atribut seksi untuk membangkitkan hasrat anda yang tak kunjung bergelora. Jangan heran bila melihat pasangan anda berpose seksi dengan lingerie lengkap dengan stocking dan sepatu high hells atau dengan atribut lain seperti topi dan tongkat ala pesulap heheheh, tapi manfaatkan momen ini sehingga anda tak akan mudah untuk melupakannya.

Pintar bermain ?seks kilat’
Meski anda dan pasangan terbentur pada masalah waktu, namun hal ini bukan perkara yang sulit bagi pasangan. Pasalnya sederat aksi mengagumkan siap membawa anda pada indahnya pertempuran sehingga anda tak lagi mampu menolak ajakannya untuk bercinta meski waktu yang tersisa hanyalah dalam hitungan menit. Nikmati setiap momen ini agar anda dan pasangan terasa tetap hangat dan bergelora.


Warning !!!! pengetahuan ini hanya untuk dewasa .. yang masih merasa anak anak jangan mencoba untuk membaca ..... selamat berbahagia bersama pasangan anda ...

KISAH TENTANG TRANSFORMASI ELANG

Ada hikmah besar di balik perjalanan kehidupan seorang manusia .. di mana pada masa masa seperti sekarang ini, kesulitan hidup secara materi yang membelit terkadang mampu menjadikan seorang manusia yang sebelumnya kuat bisa menjadi lemah tanpa daya ( putus asa )
Haruskah semua itu terjadi pada diri ini ?

rasa sakit, derita, putus cinta, kehilangan seseorang yang di puja, terkadang menjadikan seseorang melakukan sesuatu yang di luar kesadaran .. seakan semua itu adalah sebuah momok atau suatu hal yang menakutkan. padahal di balik semua kejadian itu Alloh telah mempersiapkan sebuah Hikmah Besar ..

Sebagai Sumber motifasi salah satunya adalah dari se ekor burung Elang .. heeem hanya se ekor Elang apalah hebatnya di bandingkan seorang manusia yang asalnya dari se onggok daging dari pada se ekor elang yang asalnya dari sebuah telor.

terserah dari sisi mana kita mau menyikapinya.

Di usia 40, elang harus memutuskan apakah ia akan menunggu kematian karena paruhnya hampir menyentuh dada, cakarnya sudah tidak tajam dan sayapnya terlalu berat hingga ia tak bisa terbang tinggi ATAU ia harus menjalani 150 hari yang menyakitkan untuk bisa hidup 30 tahun ke depan........

Si Elang tua harus pergi ke gunung batu,,menyendiri,,selama 150 hari.
Ia harus mematuk matukan paruhnya ke batu gunung hingga patah, hingga tumbuh paruh baru,
dengan paruh barunya ia harus mencabuti cakarnya sendiri hingga tumbuh cakar baru, sebuah proses yang menyakitkan,
dengan cakar barunya ia mencabuti bulu sayapnya satu demi satu hingga tumbuh bulu sayap baru.
Setelah menjalani 150 hari yang menyakitkan ia siap terbang tinggi,,,,menyongsong 30 tahun hidupnya yang akan datang.

Kadang kala,,kita harus membuat keputusan yang berat lagi menyakitkan untuk sebuah perubahan yang baik,,,,,,

catatan : LINA

UCAPAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI/LEBARAN

setelah semalaman melekan mencoba untuk merajut dan berbagi kesenangan kebahagia'an dan keindahan akhirnya KOMSAN kali ini bisa ZZZzzzzzzz pulas hehehe
beberapa artikel tentang renungan dan beberapa artikel umum laiinya yang berusaha kami kemas sesederhana mungkin buat panjenengan ( asline sing nduwe Blog gur arep omong nek awake ra pandai dalam menyusun sebuah kalimat qiqiqi ) maklumin aja zaaah .... hoooaaammhh antuk tapi di betah betahke ....

Kumpulan ucapan selamat lebaran ini asli loh hasil dari KOPITUBRUK alias KOP... dari berapa blog pren ... semoga bermanfa'at untuk bertegur sapa agar tetap terjalin Silaturahmi antar sesama ..... monggo silahkan dipilih dikopi paste juga boleh sama sekali ndak di larang ..

  • Salah kata pernah terucap,salah sikap pernah terungkap,kembali fitrah selalu di harap Selamat Idul Fitri 1428H, Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin
  • Bila ada kata terselip dusta,ada sikap membekas lara,dan langkah menoreh luka,semoga msh ada maaf tersisa.Taqobalallahu Minna Wa Minkum,Minal Aidin Wal Faidzinn.
  • Untuk semua hal yang salah dari diriku yang selalu kulakukan dan untuk semua hal yang merepotkan yang selalu kulakukan,,dan untuk semua bentuk pengorbanan yang selalu kuminta dari dirimu, ………….. mohon maaf dengan sangat.
  • Keindahan ramadhan tetap bersinar seiring datangnya hari yang fitri. Selamat Idul Fitri 1428H Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin terucap setulus hati untukmu sahabat.

  • Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap doa.Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf.Selamat Idul Fitri

  • Sebelas bulan kita kejar dunia,kita umbar napsu angkara.Sebulan penuh kita gelar puasa,kita bakar segala dosa.Sebelas bulan kita sebar dengki dan prasangka,Sebulan penuh kita tebar kasih sayang sesama.Dua belas bulan kita berinteraksi penuh salah dan khilaf,Di hari suci nan fitri ini, kita cuci hati, kita buka pintu maaf.Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

  • Bila kata merangkai dusta..Bila langkah membekas lara…Bila hati penuh prasangka…Dan bila ada langkah yang menoreh luka.Mohon bukakan pintu maaf…Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

  • Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..Dan Syariat-Nya di alam jiwa..Di dunia nyata, dalam segala gerak..Di sepanjang nafas dan langkah..Semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini..Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

  • Waktu mengalir bagaikan air Ramadhan suci akan berakhir Tuk salah yg pernah Tuk khilaf yg sempat terucap Pintu maaf selalu kuharap Met Idul Fitri

  • Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,
    Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
    Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.
    Mohon Maaf lahir Dan batin

  • Andai jemari tak sempat berjabat.
    Jika raga tak bisa bersua.
    Bila Ada kata membekas luka.
    Semoga pintu maaf masih terbuka.
    Selamat Idul Fitri

  • Faith makes all things possible.
    Hope makes all things work.
    Love makes all things beautiful.
    May you have all of the three.
    Happy Iedul Fitri.”

  • Sebelas bulan Kita kejar dunia,
    Kita umbar napsu angkara.
    Sebulan penuh Kita gelar puasa,
    Kita bakar segala dosa.
    Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
    Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
    Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
    Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
    Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin


  • Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
    Kemenangan akan kita gapai
    Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
    Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
    Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
    Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
    Kami sekeluarga menghaturkan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqobalallahu minna wa minkum
    Mohon maaf lahir dan bathin

  • Sebelum Ramadhan pergi
    Sebelum Idul fitri datang
    Sebelum operator sibuk
    Sebelum sms pending mulu
    Sebelum pulsa habis
    Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


  • Teriring gema takbir memuji kebesaran Allah SWT, kami mengucapkan ‘Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin’Assalamualaikum. Saya haturkan selamat idul fitri, mohon maaf atas segala salah yang banyak saya sengaja atau tidak selama ini baik yang bersifat lahir atau batin. Semoga kita jadi lebih baik. AMIN

  • Kata telah terucap, tangan telah tergerak, prasangka telah terungkap, Tiada kata, Kecuali “saling maaf” jalin ukhuwah kasih sayang raih indahnya kemenangan hakiki, Selamat Hari Raya Iedul Fitri

  • Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
    Kemenangan akan kita gapai
    Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
    Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
    Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
    Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
    Kami sekeluarga menghaturkan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqobalallahu minna wa minkum
    Mohon maaf lahir dan bathin




Agustus 22, 2011

Yunus Emre : Dalam Diri Ini

Yunus Emre

Tanpa sengaja, kami temukan tempat pencerahan jiwa
kami menyaksikannya: jasad

Langit demi langit yang berpusar,
lapisan-lapisan bumi yang tergelar,
kami menemukannya dalam jasad ini.

Putaran malam dan siang, planet serta gemintang
kata-kata suci yang ditorehkan dalam keping-keping lempung,
gunung yang didaki Musa, serta tempat-tempat pemujaan
kami menemukannya dalam jasad ini.

Taurat, Mazmur, Injil dan Al-Qur’an
semua yang tertulis dalam kitab-kitab itu,
kami menemukannya ada dalam jasad ini.

Semua berkata, kata-kata Yunus adalahhaqq
Di mana pun kau inginkan, di sana ada Al-Haqq
Dan kami pun menemukannya:

dalam diri ini.

::

Yunus Emre (1240–1321)

Diterjemahkan oleh Herry Mardian.
Thanks to Alfathri Adlin for providing the material

Syech Siti Jenar Dan Para Wali Alloh

Belakangan ini, banyak studi tentang Siti Jenar meramaikan semarak tasawuf di negeri kita. Diantaranya Kajian Kitab Serat dan Suluk Siti Jenar / Muhammad Sholikhin, Syekh Siti Jenar : Pengaruh Tasawuf Al-Hallaj di Jawa / Sudirman Rebba, Makrifat Siti Jenar / Prof.Dr. Abdul Munir Mulkha, S.U, Syekh Siti Jenar : Makana Kematian / Achmad Chodjim dan salah satu Novel Suluk Abdul Jalil, Perjalanan Ruhani Syeh Siti Jenar / Agus Sunyoto, dll.

Apakah ini yang membuat ajaran Siti Jenar disesatkan? Betulkah ia melampaui syari’at? Kenapa harus bersitegang dengan Walisongo, dan benarkah ketegangan itu? Bukankah Dewan Wali juga sudah mencapai maqam manunggaling kawula gusti? Berikut kutipan teks dalam Serat Centhini atau Suluk Tambangraras saat Seh Siti Jenar dan para Dewan Wali berdiskusi mbabar sesotyo.
ASMARADANA

Suhunan ing Bayat nguni, sung carita marang ingwang, eyangmu buyut kalane, kumpulan lan wali sanga, samya (m)babar sesotya, trusing ngaji pan akumpul. aywa ana parebutan.
Dahulu Suhunan ing Bayat (Sunan Têmbayat), pernah memberikan cerita kepadaku, cerita tentang Eyang Buyut-mu (Sunan Têmbayat), (kala) tengah berkumpul dengan para Wali semua, mewedarkan mutiara ilmu, (Sunan Giri mengingatkan) Saat nanti telah berkumpul, jangan saling berebut kebenaran sendiri-sendiri.

Kinarya gita ing kawi, ing Giri Gajah enggone, tatkala aguguneman, para wali sasanga, ing Argapura (ng)gennipun kadhaton ratu agama.
Dibuat sebagai pelajaran luhur, di Giri Gajah tempatnya, tempat untuk bermusyawarah, oleh para Wali sembilan, di Argapura tepatnya, letak keraton Sang Ratu Agama (Sunan Giri).

Wali sadaya tinari, dennira Prabu Sarmata*), Suhunan Benang tinaros, myang Suhunan Kalijaga, Suhunan Ngampeldenta, Suhunan Kudus tinantun, kalawan Seh Siti Jenar.
Seluruh Wali diminta hadir, oleh Prabu Satmata (Sunan Giri), Suhunan Benang diminta hadir pula, lantas Suhunan Kalijaga, lantas Suhunan Ngampeldhênta (Sunan Ampel), Suhunan Kudus juga diminta hadir, juga Syeh Siti Jênar.

Seh Benthong rumut tinari, sarta pangeran Palembang, Panembahan Madurane, aseba mring Giri Liman, angling Prabu Satmata, sukur pepeg anakingsun, sami limuta kaliman.
Syeh Bêntong ikut diminta hadir, juga Pangeran Palembang, Panêmbahan Madura juga, semua menghadap ke Giri Liman (Giri Gajah ~ Liman : Gajah. Keraton Sunan Giri), berkata Prabu Satmata (Sunan Giri), Syukurlah semua lengkap hadir, semua berkenan datang ke Giri Gajah.

Sadaya tunggala kapti, sampun wonten kang sulaya, arempega kang wiraos, sami ababar sosotya, sami miyak warana, sampun wongen masang semu, den anglela den tetela.
Aku harapkan semua bersatu pendapat, jangan sampai berdebat sendiri, satukan kehendak, saat mewedarkan mutiara ilmu, membuka rahasia, jangan terlalu banyak memakai bahasa kias, jabarkan saja apa adanya.

Jeng Suhunan Benang angling, ambabar kang pangawikan, tegese sariraningong, dat sipat apngaling Allah, nyata ing kalbu amba, Datollah kang amurbeku, mesesa ing dhewekira.
(Kang)jêng Suhunan Benang berkata, mulai mewedarkan kelebihannya, Sesungguhnya badanku ini, adalah Dzat Sifat Af’al Allah, sangat nyata didalam Kesadaran hamba, Dzatullah-lah yang menguasai, dan berwenang dalam badanku.

Jeng Suhunan adiluwih, ambabar kang pangawikan, tegese sariraningong, iya sadar jenengamba, iya jenging purab, iya Alah Sukma Subur, jeneng urip lawan jagad.
(Kang)jêng Adiluwih (Sunan Kalijaga) berkata, mulai mewedarkan kelebihannya, Kesadaran-lah yang patut menjadi namaku, patut menjadi nama Yang Maha Kuasa, yaitu Allah (Hyang) Suksma Yang Luhur, (patut menjadi) nama dari Sang Hidup dan nama seluruh semesta.

Jeng suhunan Giri-westhi, ambabar kang pangawikan, tegese sariraningong, imam urip lan nugraha, budi uriping Suksma, urip sara Allah iku, mangkana ing kawruhamba.
(Kang)jêng Suhunan Giri-wêsthi berkata, mulai mewedarkan kelebihannya, Sesungguhnya badanku ini, terdiri dari Iman (Keyakinan~maksudnya adalah jasad halus) Urip (Hidup~maksudnya adalah Roh) dan Nugraha (Anugerah~maksudnya adalah jasad kasar), Sang Hidup tak lain adalah Allah itu sendiri, begitulah pemahamanku.

Jeng Suhunan Kudus angling, ambabar kang pangawikan, Roh wajib ing imaningong, cahya mancur kadi surya, mijil sangking prabawa, amartani lapahipun, anguripi ing sajagad.
(Kang)jêng Suhunan Kudus berkata, mulai mewedarkan kelebihannya, Roh adalah pangkal keyakinanku, (Roh bagaikan) sebuah Cahaya yang memancar layaknya sinar surya, mengeluarkan perbawa yang luar biasa, menyelimuti jalannya semesta raya, menghidupi seluruh jagad.

Penembahan Madura ngling, ambabar kang pangawikan, aran kanugrahane, kundhi Allah ta punika, tegese kundhi ika, nabi Allah jatinipun, jinaten ing nama Allah.
Panêmbahan Madura berkata, mewedarkan kelebihannya, Yang dinamakan Anugerah Sejati, adalah Kundhi Allah, maksudnya Kundhi, tak lain adalah Nabi Allah, menyatu dalam kesejatian dalam nama Allah.

Pangeran Palembang angling, ambabar kang pangawikan, tegese sariraningong, tegese Allah punika, Allah ingkang amurba, angurip Mahaluhur, amisesa purba dhawak.
Pangeran Palembang berkata, mewedarkan kelebihannya, Sesungguhnya badanku ini, tak lain adalah Allah, Allah Yang Maha Berkuasa, Maha Hidup dan Maha Luhur, Berwenang menguasai semesta raya.

Prabu Satmata mangkya ngling, ambabar kang pangawikan, sami lan Allah purbane, kang ngawruhi iya Allah, kaping kalih nur badan, kaping tiga rasul iku, kaping pat Datollah ika.
Prabu Satmata (Sunan Giri) lantas berkata, mewedarkan kelebihannya, Tiada beda dengan Allah Kuasanya, yang mengetahui pertama tiada lain kecuali Allah, yang kedua Nur dan Badan fisik, yang ketiga Rasul, dan yang keempat Dzatullah.

Seh Siti Jenar mangkya ngling, ababar kang pangawikan, asembah ing Allah ingong, sujud rukuk padha Allah, sembah sinembah Allah, ingsun kang amurba iku, kang misesa ingsun uga.
Syeh Siti Jênar lantas berkata, mewedarkan kelebihannya, (Dalam) menyembah Allah, yang sujud maupun yang rukuk adalah Allah, yang menyembah maupun yang disembah adalah Allah, AKU-lah yang Berkuasa, Yang Berwenang tak lain juga AKU.

Wali sadaya mangkya ngling, Siti Jenar Kadariyah, katerasan iku linge, Siti Jenar sigra ngucap, adoha yen benera, ingkang perak iku embuh, iku Allah supayaa.
Maka berkatalah seluruh Wali, Syeh Siti Jênar berpaham Qadariyyah, semuanya adalah tunggal menurutnya, Siti Jênar menjawab, Dikatakan berpisah-pun tiada tepat, dikatakan dekat-pun juga tidak benar, itulah Allah.

Prabu Satmata mangkya ngling, iku jisin Siti Jenar, Seh Lemah Bang mangkya linge, raga jiwa den micara, padesane dentilar, Allah kang anglela iku, sakarsanipun wisesa.
Prabu Satmata (Sunan Giri) lantas berkata, Yang kamu tunjuk sebagai Allah itu jasad-mu, Syeh Lêmah Bang menjawab, tiada membicarakan Raga dan Jiwa (Badan halus), semua tempat Roh telah ditinggalkan, semua tak lain hanya Allah, sekehendak-Nya Berwenang.

Wali sadaya samya ngling, salah sira Siti Jenar, dene angaku badanne Allah badan Siti Jenar, tan langgeng aneng dunya, Siti Jenar iku luput, tembe mangke ngaku Suksma.
Maka seluruh Wali berkata, Dirimu salah wahai Siti Jênar, mengatakan badan fisikmu Allah, dan Allah berwujud dalam badan Siti Jênar, badan fisikmu tak kekal didunia ini, Siti Jênar jelas telah salah, dia telah mengaku (Hyang) Suksma (Tuhan).

Pan wonten lakone nguni, sami ambabar sosotya, sampun aling-aling kang wong, sami amiyak warana, aja na salah cipta, kene yen warahen dudu, anging panggah Siti Jenar.
Dan tersebutlah pada pertemuan selanjutnya, (konon katanya) semua mewedarkan mutiara ilmu, tiada memakai tirai rahasia lagi, semua membuka penutup ilmu, agar tiada salah dalam memahami, disini agar jelas mana yang pemahamannya sesat, akan tetapi pendapat Siti Jênar tetap tiada goyah.

Prabu Satmata mangkya ngling, Seh Lemah Bang kamanungsan, sanak pakenira kabeh, tan beda lan pakenira, nanging sampun anglela, manawi dudi klurung, akeh wong kang anggegampang.
Maka Prabu Satmata berkata, (Akan tetapi pendapat) Syeh Lêmah Bang terlalu berani, daripada seluruh saudara-saudara semuanya disini, padahal maksudnya tiadalah berbeda, tapi terlalu jelas apa yang diucapkannya, bisa membuat salah paham, sehingga membuat orang menjadi menggampangkan agama.

Kathah wong kang tanpa yekti, tanpa yun angguguruwa, akeh kang (ng)gegampang kang wong, dene warta atimbalan, sajatinipun wikan, dadi tan arsa (ng)guguru, awirang yen ta takona.
Akan banyak manusia yang malah bingung, jika tidak mendapatan pemahaman itu dari seorang guru, akan banyak manusia yang menggampangkan, merasa telah mendapatkan kabar rahasia, merasa telah mendapatkan hal yang sejati, tiada berkehendak untuk mencari guru lagi, seolah enggan lagi untuk bertanya (kepada seorang guru).

Seh Molana samya prapti, sakathahe Aji Cempa, pinereg ing masjid gedhe, mapan kantun wali sapta, samya (m)babar sosotya, tan prabeda kang rumuhun, Siti Jenar ingandikan.
Syeh Maulana (Maghribi)-pun hadir, seluruh orang besar keturunan dari Champa (juga datang), datang ke masjid agung, ditambah dengan tujuh wali lainnya, semua kembali mewedarkan mutiara ilmu, tiada beda dengan pertemuan yang terdahulu, Siti Jênar kembali diperingatkan.

Seh Molana mangkya angling, Siti Jenar nama tuwan, Siti Jenar mangkya turre, ingih Allah jenengamba, nora na Allah ika, anging siti Jenar iku, sirna Jenar Allah ana.
Syeh Maulana (Maghribi) lantas berkata, Benarkah nama tuan Siti Jênar? Siti Jênar lantas menjawab, Allah namaku, tiada lagi Allah lain, yang mewujud dalam Siti Jênar, sirna Siti Jênar hanya Allah yang nyata.

Molana Ngaribbi*) angling, kapkir dadi Siti Jenar, Aji Cempa angling alon, kapir dana Siti Jenar, Islamipun indalah, kapir danas wong puniku, punika kapir sampurna.
Maulana Maghribi berkata, Siti Jênar telah kafir, seluruh keturunan orang besar Champa berkata pelan, Siti Jênar telah kafir dalam pandangan manusia, tetapi entah didepan Allah, nyata telah kafir dalam pandangan manusia, dan orang seperti inilah patut disebut kafir.

Molana Mahribi angling, suhunan (n)daweg winejang, masjid dalem suwung kabeh, ana bekti ana ora, temah ngrusak agama, aggegampang temahipun, kang salah (n)daweg pinedhang.
Maulana Maghribi berkata, Wahai para Wali percuma kalian mengajar jika demikian, seluruh masjid kalian akan kosong, sedikit yang akan sembahyang disana, agama akan rusak, semua orang akan menggampangkan, sepatutnya yang salah harus dihukum dengan pedang.

Seh Siti Jenar mangkya ngling, (n)daweg sampun kalayatan, lawan swarga menga kabeh, Siti Jenar sinerampat, dening kaum sakawan, Seh Lemah Bang sampun khukhum**), pinedhang tatas kang jangga.
Syeh Siti Jênar lantas menjawab, Sudah menjadi niatan saya, pintu surga telah terbuka lebar, Siti Jênar lantas diikat, oleh empat orang santri, Syeh Siti Jênar telah diputuskan untuk mendapat hukuman, dengan cara dipotong kepalanya.

Titiga sabate sami, apan sedya pinejahan, samya prawira Khukhum**)e, titiga samya anedya, anebut Subkhanallah, wonten rare angon wedhus, sigra amiyarsa warta.
Tiga orang muridnya, berkehendak membela guru mereka, meminta dihukum dengan cara yang sama, ketiganya lantas, mengucapkan Subhanallah, tersebutlah ada seorang anak gembala (juga murid Siti Jênar), melihat kejadian itu.

Siti Jenar wani mati, kasusra angaku Allah, punang rare angon age, lumayu asumbar-sumbar, amareg mring ngayunan wonten Allah kari iku, katungkul ya angon menda.
Siti Jênar mendapat hukuman mati, karena berani mengaku Allah, anak gembala itu segera, berlari ke arah para Wali dengan sesumbar, mendekat tepat dihadapan, (Para Wali berkata) Masih ada Allah yang tertinggal, Allah yang menggembalakan kambing.

Prabu Satmata mangkya ngling, rare iku kudu pejah, khukhum**)ena aja suwe, sandhingena Siti Jenar, angling Ki Siti Jenar, sandhingena lawan ingsun, aywa adoh ingsun gawa.
Prabu Satmata lantas memerintahkan, Bunuh juga anak gembala itu, hukum-lah jangan lama-lama lagi, tempatkan disebelah Siti Jênar, menjawab Siti Jênar, Tempatkan disisiku, akan aku bawa serta dia.

Ponan rare angling aris, sampun (n)dika kalayatan, rare cilik sru tangise, age tumuta pralaya, wus menga lawang swarga, pinedhang janggane sampun, mesem rare angen menda.
Anak gembala berkata pelan, Jangan-lah tuan yang meninggal (cukup hamba saja), menangis sedihlah dia (melihat gurunya hendak dibunuh), (Siti Jênar berkata) Ikutlah mati bersamaku, sudah terbuka pintu surga, (maka semua yang hendak dihukum) lehernya telah dipedang, tersenyum anak gembala.

Jeng Suhunan Ratu Giri, nora kira Siti Jenar, maksih wutuh reragane, tigang dina gilang-gilang, tumulya uluk salam, kantuna andika ratu, Siti Jenar nulya ilang.
(Kang)jêng Suhunan Ratu Giri, tiada menyangka bahwasanya, jasad Siti Jênar masih utuh, selama tiga hari terlihat bercahaya, lantas terdengar ucapan salam, Selamat tinggal wahai paduka, (Jasad) Siti Jênar lantas hilang.

Tan kari sabatireki, sadaya wus samya ilang, miwah rare angon mangke, datan kantun melu ilang, sadaya sampun sirna, gawok sakeh kang andulu, dhumateng Seh Siti Jenar.
Begitu juga ketiga muridnya, semua jasadnya menghilang, tak ketinggalan jasad anak gembala, juga ikut musnah, semuanya sirna, keheranan semua yang melihat, kepada Syeh Siti Jênar (dan semua muridnya).

Tuturku kang wus kawijil, Seh Lemah Bang wus anyata, katon kandel kumandele, nanging pilih kang abisa, kadi Seh Siti Jenar, akeh mandheg aneng catur, pinentog mundur plarasan.
Semua kisah yang sudah aku ceritakan, menunjukkan bahwasanya Syeh Lêmah Bang, sangat yakin dan mantap, akan tetapi jarang bisa ditemui, orang seperti Syeh Siti Jênar, kebanyakan hanya terhenti dimulut, jika mendapat ancaman akan mundur ketakutan.