Menurut yang di yakini orang Jawa terhadap Kanjeng Ratu Kidul memang telah mengakar hingga sekarang meski Zaman sudah berganti modern. Apalagi bagi kalangan masyarakat Jawa pesisir selatan, Kanjeng Ratu Kidul sangat akrab dan bahkan di kagumi dalam dunia batinnya. Berbagai acara ritual maupun acara tradisi sering diadakan untuk memujanya.
Orang Jawa memiliki keyakinan kuat kepada Kanjeng Ratu Kidul sejak Panembahan Senopati melakukan pertemuan mistis dengan Ratu Kidul di Cepuri, Parangkusuma. Hal ini sampai melegitimasi keraton Yogyakarta bahwa Ratu Kidul adalah sosok yang berkekuatan magis yang patut dipuja. Pemujaan oleh keraton Yogyakarta dan Surakarta sebagai trah Mataram adalah dengan melakukan labuhan khususnya pada bulan Suro. tujuan Labuhan adalah sebagai perwujudan
pisungsung kepada Ratu Kidul agar tak mengganggu ketenteraman kerajaan. dan sebagai harapan melalui
pemujaan tersebut Ratu Kidul tetap setia pada kerajaan dan bisa berperan membantu apa yang diinginkan oleh kerajaan.
Kanjeng Ratu Kidul adalah penguasa laut/pantai selatan. Karenanya, sepanjang deretan laut selatan, seperti pantai Parangtritis, Baron, Pandansima, Kukup dan sebagainya, di yakini sebagai wilayah kerajaan Ratu Kidul. Maka, di daerah Cilacap juga sering dilakukan sedhekah laut, yang intinya juga memberikan pengorbanan kepada Ratu Kidul degan ritual yang di yakini masyarakat pesisir sekitar. Jika tak diberi pisungsung, orang Jawa yang meyakini merasa khawatir jika hidup dan penghidupannya terganggu oleh kekuatan siluman. Apabila Ratu Kidul sebagai penguasa siluman diberi pengorbanan diharapkan bisa membantu hidup orang Jawa khususnya di wilayah pesisir selatan.
Sebagian orang Jawa sering mengatakan dan menghubung hubungkan kecelakaan/musibah yang berhubungan dengan air, seperti hanyut terbawa banjir, terbawa ombak, dianggap sedang diinginkan atau orang jawa biasa mengatakan sedang di kersa'ake oleh Ratu Kidul. Posisi sosial Ratu Kidul di atas pemikiran orang Jawa , sehingga dalam segala tindakan orang Jawa memberikan caosan kepada Ratu Kidul.
Menurut salah seorang paranormal yang tinggal di Pleret, Bantul, Ratu kidul bukanlah jin atau setan, melainkan Dewa (Twikromo, 2000:56). Dia juga sering dianggap sebagai raja super yang menjadi wakil Illahi. Maka tidaklah mustahil dengan keyakinan sebesar itu kalau orang Jawa banyak yang minta berkah kepadanya. Dalam Babad Tanah Jawi dikisahkan bahwa putera kerajaan Pajajaran bernama Dewi Suwidi amat cantik. Dia senang bertapa sehingga banyak jejaka yang ditolaknya. Karena itu, sang raja menjadi marah karena puterinya tak segera menikah. Diusirlah sang Dewi dari kerajaan.
Dewi Suwidi pergi ke Gunung Kombang dan bertapa di situ. Sampai-sampai dia mengubah penampilannya seperti laki-laki. Karena di atas gunung itu terdapat pohon cemara, dia lalu bergelar Ajar Cemara Tunggal. Pada waktu itu ada jejaka bernama Raden Sesuruh yang datang. Jejaka ini diberi wangsit oleh Ajar Cemara Tunggal agar berjalan ke timur, dan kelak jika menemukan buah kemaja yang pahit, di situ akan dia harus membuat kerajaan. Suatu saat Ajar Cemara Tunggal merubah rupanya menjadi sosok wanita cantik sehingga Raden Sesuruh jatuh cinta. akan tetapi Sang Dewi menolaknya, dia justru berlari ke laut selatan dan kelak menjadi raja di sana. Akhirnya, dia dikenal sebagai Ratu Kidul hingga sekarang. Meskipun dia tak mau dipersunting oleh Raden Sesuruh, namun dia tetap berniat membantunya. Jika Raden Sesuruh membutuhkan, dia akan membantu apa yang diinginkan.
Dari kisah tersebut tampak bahwa Ratu Kidul memiliki kehebatan tertentu. Dia adalah sosok yang dipuja sejak kerajaan Majapahit belum berdiri, hingga kerajaan Mataram. Keraton Yogyakarta membagi struktur kehidupan menjadi mancapat. Keraton terletak di tengah, sedangkan di sebelah selatan adalah Ratu Kidul, utara adalah Gunung Merapi, sebelah timur Gunung Lawu diperlawankan dengan Kahyangan Dlepih. Keraton sebagai pancer (pusat kendali) selalu melakukan labuhan berupa pisungsung di empat wilayah tersebut. Keempat wilayah itu dipercaya sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam struktur keraton.
Salah satu kisah ini dari sekian banyak kisah telah mendarah daging terhadap seluruh lapisan masyarakat mulai dari trah atas, menengah hingga bawah secara sugesti fikir maupun bhatiniyah sehingga mengakar sampai alam bawah sadar
Bahkan ada beberapa kasus adanya kamar khusus Kanjeng Ratu Kidul salah satunya di Hotel terbesar di pelabuhan Ratu yaitu di hotel Samudera. Hotel yang telah di kenal oleh banyak turis dari lokal hingga manca negara. Kamar khusus ini memang sengaja di sediakan oleh pemilik Hotel yang konon katanya karena sebab perminta'an dari kanjeng Ratu kidul.
ada kelanjutan dari kisah KANJENG RATU KIDUL dan beberapa kisah pengalaman seseorang yang telah menyaksikan kehadirannya. bila ingin melanjutkan klik judul di bawah ini >>>>
0 komentar:
Posting Komentar
hal yang paling kucari adalah persaudara'an dan pengetahuan.
mohon komen di bawah posting suwun