OMBAK
Sendiri, aku termenung ditepian lautan, sesekali merasakan semilir angin menyapa, berdersir lirih dan membangkitkan bulu roma menahan dingin-menggigil, dibelai kehangatan alunan ombak membuncah, digulung kegalauan pasang ombak meringkih, sesirnanya ketiadaan sang rembulan, kembali keperaduanya yang sepi dari keramain.
Memandangi dari kejauhan, tampak setetes kerinduan belum kering dari jelaga, yang tak pernah ada dan mustahil terlampaui sejak dini, lantas memberikan penawar dahaga kehampaan, kekosongan jiwa. Menyapa dengan rasa terharu dan iba-mengiba, bertanya apa yang sedang dicari dan dinanti diesok hari, ditepian sesunyi dan sekosong ini, melebur dan mendiami sudut remang-remang hati, mencoba mengajak menantang gelombang laut pasang, menghadang segala marabahaya dan keruwetan hidup.
Gelap pekat hati dan jiwa sedang menggelayuti kesendirian ini, binggung tercerembab dalam kubangan noda hitam, selalu menciutkan telinga dan mengindahkan nasehat yang sangat berguna, tanpa memperdulikan adanya keperluan yang seperlunya terbutuhkan. Aku mencoba bangkit dari duduk, berdiri dan menatap ke cakrawala jauh diatas sana, dan aku yakin, disanalah tampak rahasia-rahasia malam yang semakin cepat berlalu, tanpa terketahui apa maksudnya dari ini semua.
Semakin aku memandang pelukan rembulan, sang raja malam yang telah hilang. Hanya meninggalkan pekat hitam menyelimuti langit. Semakin tak tahu apa tujuan malam didatangkan, perlahan-lahan menetes demi setetes air kebodohan, yang berusaha mendinginkan hati dan jiwa, tubuhku mulai menggigil menusuk palung hati terdalam, tak kuasa merengkuh air yang sudah terbentang luas. Namun ketakutan mengatakan itu hanyalah bias bayang-bayang samar dan jangan dihiraukan, teruslah berjalan menyusuri tepian laut. Aku pun ingin mempertanyakan sejenak arti perkataan itu, agar tidak terkesan menirukan yang tersirat, bahkan dicap sebagai penipu-ulung. Karna aku menyadari bahwa perwujudan hanya ada kalau dilakukan dengan perbuatan yang membuahkan pengalaman. Ibarat mendapatkan besi kuning pun sudah merasa puas namun hanya tipuan semata, mengelabuhi matahati, dan menduga itu adalah kepingan emas murni.
Kembali kedasar hati terdalam, mengecam kesesatan tanpa pembuktian secara membabi buta, tanpa menyadari airmata yang mengalir membasahi ciptaanya yang elok, lalu berkata " Hamba seonggok manusia tak berguna, yang dianugerahkan hati, jiwa, akal dan pikiran, tapi tak mampu memfungsikan dengan sebaik-baiknya. Aku pasrahkan jiwa raga untuk engkau perintahkan kemanpun itu asal diselamatkan".
Gmeblunk-Nyentriks
September 03, 2011
CAHAYA BULAN
Cahaya bulan tampakan wajahnya di tengah rambut,
Ibarat bunga bakung hitam menumpahkan air mata di atas mawar,
Kehalusan, kelembutan, dan keajaiban cinta tak tertangkap nalar,
Siapapun ingin merasakan cinta yang khusus dari sang pemuja,
Maka rendahkan hati serendahnya dihadapan Tuhan.
Cinta yang meletakan pada kerendahan hati,
Akan mampu membimbing untuk mengetahui diri sendiri,
Sehingga sebentuk tulus terlahir mencintai sepenuh hati,
Dari kesabaran yang sudah teruji penuh keyakinan,
Akan mematri sampai kedalam jantung kekasihmu,
Karna apa yang sedang dicari sudah tertemui padanya,
Dan tak akan ada yang memisahkan kecuali masa tiba.
Akan terasa berat sekali airmata bercucuran,
Bila tak ada niatan untuk berserah diri dan pasrah,
Apalagi memohon ampunan kepada Tuhan,
Karna cermin hati sudah dipenuhi debu disekujur bingkainya.
Cahaya bulan yang menyinari dimalam hari,
Tidak akan secantik bidadari yang turun dari langit,
Karna sinarnya tak mampu menerangi kerasnya hati,
Akibat dari kesombongan dan ke-Egois-an diri.
Sikap berbudi luhur menempatkan kearifan diri,
Yang telah merasuk dan terasakan kedalam jiwa,
Maka akan berbuah cinta yang tak terbatas,
Karna aneka warna penglihatan mampu mengungkapkannya,
Dan menguasai yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Gemblunk-Nyentriks
Cahaya bulan tampakan wajahnya di tengah rambut,
Ibarat bunga bakung hitam menumpahkan air mata di atas mawar,
Kehalusan, kelembutan, dan keajaiban cinta tak tertangkap nalar,
Siapapun ingin merasakan cinta yang khusus dari sang pemuja,
Maka rendahkan hati serendahnya dihadapan Tuhan.
Cinta yang meletakan pada kerendahan hati,
Akan mampu membimbing untuk mengetahui diri sendiri,
Sehingga sebentuk tulus terlahir mencintai sepenuh hati,
Dari kesabaran yang sudah teruji penuh keyakinan,
Akan mematri sampai kedalam jantung kekasihmu,
Karna apa yang sedang dicari sudah tertemui padanya,
Dan tak akan ada yang memisahkan kecuali masa tiba.
Akan terasa berat sekali airmata bercucuran,
Bila tak ada niatan untuk berserah diri dan pasrah,
Apalagi memohon ampunan kepada Tuhan,
Karna cermin hati sudah dipenuhi debu disekujur bingkainya.
Cahaya bulan yang menyinari dimalam hari,
Tidak akan secantik bidadari yang turun dari langit,
Karna sinarnya tak mampu menerangi kerasnya hati,
Akibat dari kesombongan dan ke-Egois-an diri.
Sikap berbudi luhur menempatkan kearifan diri,
Yang telah merasuk dan terasakan kedalam jiwa,
Maka akan berbuah cinta yang tak terbatas,
Karna aneka warna penglihatan mampu mengungkapkannya,
Dan menguasai yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Gemblunk-Nyentriks
Label:
puisi nyentrik
Ahh...Kamu!
Ceriamu, membangkitkan kembali gairah asa dalam impian, meremajakan semangat mengejar masa depan, melenyapkan kegundahan hati dan kegalauhan jiwa. Wajahmu, laksana tetesan embun pagi, mempercikan sentuhan alam yang asri, menentramkan kesedihan yang melanda jiwa, hingga dinginya menyejukan kalbu, dan dari balik mega langit biru tampak kau menari-nari tenang dengan cahaya terang.
Kau terus mendekat seruas jemari tangan, bisik-bisik mesra penuh getaran kerinduan, rayuan manja ada pada nada kelembutan, perhatianmu layangkan pelukan hangat, dan gerak gemulai tubuhmu terasakan sangat halus.
Karna mekar bunga narsis yang tersemat, tak harus menunggu musim berganti, menebarkan keharuman dalam taburan makhota bertahta mutiara. Itulah kecantikan menawan dan pesona keindahan akan hadirmu.
Akankah berakhir pada kedipan indah matamu?, atau pada senyum manismu yang terlihat malu-malu itu?, tatkala tali-tali jiwa kamu ikatkan pada doa-doa, tiada henti melaju berdawai disetiap waktu, dari balik pintu hati yang sedang menanti, dari tempat kau berdiri bersanding i'tikad hati. Aku pun tak tahu pasti, namun aku bisa rasakan itulah seruan hatimu, seakan menggenggam erat jiwaku, yang berkelana terbawa angin sampai kemari.
Saat kubuka matahati ada rindu berdesir, menyisir tiap sudut-sudut rongga hatiku, seakan merubah takdir berganti sebentuk cinta murni, melangkahkan panggilan Jiwa, menetapkan hati suci, meraih tujuan yang pasti, dan menjemput seberkas cahaya ter-ridai, dalam jalinan ikatan suci. Ahh…Kamu, bagai bunga mawar dalam kelopak.
Gemblunk-Nyentriks
Ceriamu, membangkitkan kembali gairah asa dalam impian, meremajakan semangat mengejar masa depan, melenyapkan kegundahan hati dan kegalauhan jiwa. Wajahmu, laksana tetesan embun pagi, mempercikan sentuhan alam yang asri, menentramkan kesedihan yang melanda jiwa, hingga dinginya menyejukan kalbu, dan dari balik mega langit biru tampak kau menari-nari tenang dengan cahaya terang.
Kau terus mendekat seruas jemari tangan, bisik-bisik mesra penuh getaran kerinduan, rayuan manja ada pada nada kelembutan, perhatianmu layangkan pelukan hangat, dan gerak gemulai tubuhmu terasakan sangat halus.
Karna mekar bunga narsis yang tersemat, tak harus menunggu musim berganti, menebarkan keharuman dalam taburan makhota bertahta mutiara. Itulah kecantikan menawan dan pesona keindahan akan hadirmu.
Akankah berakhir pada kedipan indah matamu?, atau pada senyum manismu yang terlihat malu-malu itu?, tatkala tali-tali jiwa kamu ikatkan pada doa-doa, tiada henti melaju berdawai disetiap waktu, dari balik pintu hati yang sedang menanti, dari tempat kau berdiri bersanding i'tikad hati. Aku pun tak tahu pasti, namun aku bisa rasakan itulah seruan hatimu, seakan menggenggam erat jiwaku, yang berkelana terbawa angin sampai kemari.
Saat kubuka matahati ada rindu berdesir, menyisir tiap sudut-sudut rongga hatiku, seakan merubah takdir berganti sebentuk cinta murni, melangkahkan panggilan Jiwa, menetapkan hati suci, meraih tujuan yang pasti, dan menjemput seberkas cahaya ter-ridai, dalam jalinan ikatan suci. Ahh…Kamu, bagai bunga mawar dalam kelopak.
Gemblunk-Nyentriks
Label:
puisi nyentrik
Aku, Kau, dan Cinta Kita
Aku sebagai cintamu
yang menelusur disela hatimu
seperti akar menyusuri kedalam tanah
sampai menembus lapisan paling dalam
hanya mencari tempat ternyaman
tak bergerak dan berdiam disana
Dalam hatiku dalam hatimu
ada benih-benih sebentuk rindu
tumbuh diatas tunas-tunas baru
hujam akar keikhlasan yang biru
dari Yang Maha Satu
Kau sebagai cintaku
mengusung hati yang tegar
saat udara terhirup jalani hidup
meletakan hati yang sabar
saat terbina landasan iman tersandar pada cinta
sampai menemui haribaan semata
Demikian selaksa cahaya cinta kita
bertabur kasih dan sayang yang suci
bertahta disinggasana cinta abadi
Seperti gunung yang kokoh
kuat tertancap dan tak beranjak
saat terjadi bencana
Seperti batu karang
tak bergeming dari hantaman ombak
dan saat badai datang menerpah
Bukan dari manyun bibirmu
aku belajar mengerti
namun dari diam mu
saat memegang janji
aku belajar bijaksana.
Gemblunk-Nyentrik
Aku sebagai cintamu
yang menelusur disela hatimu
seperti akar menyusuri kedalam tanah
sampai menembus lapisan paling dalam
hanya mencari tempat ternyaman
tak bergerak dan berdiam disana
Dalam hatiku dalam hatimu
ada benih-benih sebentuk rindu
tumbuh diatas tunas-tunas baru
hujam akar keikhlasan yang biru
dari Yang Maha Satu
Kau sebagai cintaku
mengusung hati yang tegar
saat udara terhirup jalani hidup
meletakan hati yang sabar
saat terbina landasan iman tersandar pada cinta
sampai menemui haribaan semata
Demikian selaksa cahaya cinta kita
bertabur kasih dan sayang yang suci
bertahta disinggasana cinta abadi
Seperti gunung yang kokoh
kuat tertancap dan tak beranjak
saat terjadi bencana
Seperti batu karang
tak bergeming dari hantaman ombak
dan saat badai datang menerpah
Bukan dari manyun bibirmu
aku belajar mengerti
namun dari diam mu
saat memegang janji
aku belajar bijaksana.
Gemblunk-Nyentrik
Label:
puisi nyentrik
September 01, 2011
Prophetic Psychology
oleh : Triwibs Kanyut
Review: Psikologi Kenabian (Prophetic Psychology)
Penulis: Hamdani Bakran Adz-Dzakiey
Penerbit: Fajar Media Press
Sayyed Hossein Nasr pernah mengatakan dengan agak sinis, "psikologi [ilmiah] Barat hanyalah karikatur atas jiwa manusia." Seorang psikolog Muslim yang mendalami jalan ruhani, M. Ozelzel, bahkan mengatakan, puncak dari psikologi ilmiah [Barat] adalah hanya awal dari psikologi ruhani Islam. Dalam perkembangan ilmu psikologi barat, disiplin psikologi yang hendak dijadikan sebagai pengetahuan "ilmiah" mencoba merumuskan dasar dan konsepnya berdasarkan filsafat positivistik, yang memuat premis bahwa segala sesuatu yang luput dari jejaring sains-ilmiah adalah pseudo-knowledge, sebab dianggap tidak bisa diverifikasi secara rasional dan empiris -- atau setidaknya secara metode ilmiah. Tentu saja ini berakibat pada reduksi ilmu psikologi hanya pada level empiris dan kognitif; bahkan ada satu masa dalam perkembangan psikologi muncul aliran yang mengelak dari pembahasan kognitif, apalagi ruhani, seperti dicontohkan oleh aliran behaviorisme. Namun situasi sedikit berubah setelah Maslow merumuskan piramida kebutuhan, dan setelah muncul gerakan ke arah psikologi spiritual, semisal C.J. Jung, Ken Wilber, Danah Zohar, dan sebagainya.
Kyai Hamdani Bakran Adz-Dzakiey, pengasuh ponpes Raudhatul Muttaqien, Yogyakarta, mencoba memberi tawaran yang boleh disebut sebagai antitesis dari premis positivistik. Beliau membawa konsep psikologis lebih lanjut ke ranah spiritual, sebuah medan yang pelik dan halus, yang berbasis kenabian, dengan rujukan utama dari ajaran Islam. Kyai Hamdani menawarkan tesis yang sebenarnya sudah digagas sejak lama oleh para ulama-ulama Tasawuf. Psikologi manusia tak bisa direduksi hanya pada level mental-kognitif, tetapi mesti ditarik lebih mendalam ke hakikat atau akar dari fungsi penciptaan manusia itu sendiri. Karenanya, mau tak mau, agar psikologi ini bermanfaat lebih holistik, ia harus menyentuh pada persoalan mental, kognitif, jiwa dan ruh. Seluruh epistemologinya dibangun di atas pengajaran dan hikmah atau kearifan spiritual Nabi.
Berangkat dari sini, maka psikologi kenabian memiliki fungsi yang lebih integratif, yakni membawa manusia ke hakikat dari penciptaannya, sebagai khalifah di atas bumi; membawa manusia memasuki wilayah azaz penciptaan, yakni memahami hakikat diri -- atau, meminjam pepatah jawa, sangkan paraning dumadi. Ini tentu adalah tugas yang maha berat, sebab hal-hal yang dibahas dalam psikologi semacam ini jauh lebih mendalam dan transenden. Ungkapan "barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya" dan "Manusia diciptakan berdasarkan citra Tuhan (ar-Rahman)" menjadi salah satu pedoman penting dalam mengkaji psikologi kenabian. Karena fungsi utamanya bersifat ilahiah, maka mau tak mau mendalami psikologi kenabian akan menyebabkan kita harus belajar dan memahami tasawuf sebagai sebuah jalan yang absah untuk membangun pribadi rabbani.
Karenanya, banyak hal dalam buku ini tidak akan dijumpai dalam buku-buku psikologi modern standar Barat. Untuk memahami manusia secara utuh, menurut Kyai Hamdani Bakran, kita harus mengenal berbagai unsur dan organ lahir dan batin dalam diri manusia: kognitif, afektif, spiritual, nafs, qalb, ruh, dan bahkan ke hakikat asal dari penciptaan. Banyak hal menarik dalam buku ini, yang boleh jadi akan membangkitkan perhatian kita pada relasi konsep tasawuf dengan psikologi. Misalnya, ada pembahasan yang cukup mengejutkan ketika Kyai Hamdani menghubungkan psikologi dengan teori Nur Muhammad, konsep martabat tujuh, dzikir dan doa, shalawat, intuisi (ilham), ilmu mimpi, dan seterusnya.
sebagai sedikit ilustrasi, kita lihat bagaimana Kyai Hamdani dengan fasih mengaitkan konsep pendidikan ruhani, tazkiyatun nafs, dengan aspek fungsional manusia. Dalam Tasawuf, ada konsep takhalli, tahalli, dan tajalli. Takhalli, atau pengosongan, adalah membebaskan manusia dari atsar atau memori negatif, melepaskan gangguan rohani, baik melalui pembersihan perilaku, pikiran, makanan/minuman dan kelalaian pendidikan orang tua. Tahalli, atau pengisian, dikaitkan dengan identifikasi diri (self), yakni agar diri yang hakiki ini teridentifikasi maka eksistensi ruhaniah manusia perlu diisi dengan hal-hal yang ilahiah, yakni hal-hal yang berkaitan dengan hakikat dan fungsi dasar dari penciptaan manusia. Misalnya, ajaran Nabi, "awalilah segala sesuatu dengan basmalah" diuraikan lebih lanjut oleh Kyai Hamdani dengan memaparkan nilai dan fungsi psikologisnya. Terakhir, tajalli, dikaitkan dengan pengembangan diri (self development) yakni bagaimana mengejawantahkan seluruh potensi manusia, baik itu kognitif, afektif maupun ruhani, ke dalam aktivitas keseharian. Pembahasan ini menjadi menarik karena konsep tajalli yang aslinya berkaitan dengan manifestasi sifat dan tindakan Tuhan ini ternyata memiliki konsekuensi psikologis yang signifikan bagi perkembangan jiwa manusia.
Ada lebih banyak lagi mutiara ilmu yang terkandung dalam buku setebal 700-an halaman ini. Tulisan yang ringkas ini tentu saja tidak mungkin menjelaskan semuanya. Yang jelas, tawaran psikologi kenabian ini membuka lebih banyak khazanah pengetahuan yang selama ini hampir dilupakan dalam tradisi keilmuan modern. Dominasi paradigma yang berbasis positivistik telah membuang ruh dari setiap disiplin ilmu, yang menimbulkan ketidakseimbangan. Setiap persoalan diatasi dengan metode yang hampir tanpa koneksi dengan "keilahiahan" sehingga upaya mengatasi satu masalah akan diiringi dengan munculnya lebih banyak masalah. Dengan tawaran paradigma yang lebih holistik, Kyai Hamdani menawarkan peluang untuk menyeimbangkan kajian positivistik/ilmiah dengan dimensi keruhanian yang bersifat transendental. Semangat yang paling jelas dari tulisan-tulisan Kyai Hamdani Bakran, baik itu dalam buku ini, maupun di beberapa buku lainnya, adalah beliau ingin memberikan ruh pada setiap pengetahuan.Tulisan beliau menjadi lebih otoritatif, sebab beliau adalah seorang psikolog yang telah mendalami psikologi barat modern, sekaligus seorang yang mengamalkan ajaran Tasawuf dengan sepenuh hati.
Berjuang atau Menyerah?
oleh Percy Jackson
Banyak rekan agamis mengatakan bahwa Tuhan tidak mungkin diketahui oleh otak manusia yg terbatas ini. Begitu kecil artinya manusia di hadapan Tuhan. Lalu pertanyaannya...: Apakah mungkin dengan daya upaya manusiawi yg terbatas ini (doa, sholat, puasa, tarak, dzikir, dsb) kita mencapai sesuatu tataran yg tak terbatas?
Katakanlah anda berjuang sekuat tenaga. Bagaimanakah mungkin sesuatu yg merupakan usaha si diri yg sangat kuat tersebut mampu menghantar penyerahan diri total kepadaNya?
Bisakah anda melihat pertentangan / kontradiksi disini? Pertentangan yang lead to impossibility?
--------
*Keluhan yang Kusembunyikan* (Memoar seorang Jihadis)
Aku tahu aku tak berdaya
Aku manusia nista berdosa
Maka aku berjuang sekuat tenaga menghapus dosaku,
tapi kusadari aku begitu tidak sempurna dalam ibadahku
kebajikanku sangat kecil, kusalahkan dunia karena ini
Maka kukeraskan tekad perangku
Walau semakin berupaya keras, ku merasa semakin jauh
ini sungguh mengerikan.
Aku tahu aku manusia lemah
Aku nista dihina
Maka aku berjuang untuk menunjukkan siapa sesungguhnya diri kami
tapi kusadari tiap langkahku semakin menapakkan aib
kebajikan yang kupikir menjadi bumerang
Tiada pilihan, kubulatkan perjuanganku
Namun semakin bulat, kusaksikan dunia mentertawaiku
ini sungguh memuakkan.
Kusangsikan apakah aku terjebak?
Tetapi mengapa serasa begitu buntu?
Lebih baik aku mati
untuk harga diri yang semakin mengeras ini."
oleh Percy Jackson
Banyak rekan agamis mengatakan bahwa Tuhan tidak mungkin diketahui oleh otak manusia yg terbatas ini. Begitu kecil artinya manusia di hadapan Tuhan. Lalu pertanyaannya...: Apakah mungkin dengan daya upaya manusiawi yg terbatas ini (doa, sholat, puasa, tarak, dzikir, dsb) kita mencapai sesuatu tataran yg tak terbatas?
Katakanlah anda berjuang sekuat tenaga. Bagaimanakah mungkin sesuatu yg merupakan usaha si diri yg sangat kuat tersebut mampu menghantar penyerahan diri total kepadaNya?
Bisakah anda melihat pertentangan / kontradiksi disini? Pertentangan yang lead to impossibility?
--------
*Keluhan yang Kusembunyikan* (Memoar seorang Jihadis)
Aku tahu aku tak berdaya
Aku manusia nista berdosa
Maka aku berjuang sekuat tenaga menghapus dosaku,
tapi kusadari aku begitu tidak sempurna dalam ibadahku
kebajikanku sangat kecil, kusalahkan dunia karena ini
Maka kukeraskan tekad perangku
Walau semakin berupaya keras, ku merasa semakin jauh
ini sungguh mengerikan.
Aku tahu aku manusia lemah
Aku nista dihina
Maka aku berjuang untuk menunjukkan siapa sesungguhnya diri kami
tapi kusadari tiap langkahku semakin menapakkan aib
kebajikan yang kupikir menjadi bumerang
Tiada pilihan, kubulatkan perjuanganku
Namun semakin bulat, kusaksikan dunia mentertawaiku
ini sungguh memuakkan.
Kusangsikan apakah aku terjebak?
Tetapi mengapa serasa begitu buntu?
Lebih baik aku mati
untuk harga diri yang semakin mengeras ini."
Label:
Catatan Teman
TERSESAT DALAM AGAMA
Agama adalah Jalan…
Jalan untuk menuju kepada Kebenaran
Jalan menuju kepada Kehidupan
Jalan menuju kepada Kebaikan
Jalan untuk saling Mengasihi
Dan jalan menuju kepada Pencerahan
Namun Mengapa ?
Agama menjadi jalan menuju kepada kesalahan
Jalan kepada kematian
Jalan kepada kejahatan
Jalan untuk saling membenci
Dan jalan menuju kepada kesesatan
Agama hanya dijadikan simbol beriman
Dijadikan kebanggaan tanpa mengerti keimanan
Begitu banyak orang-orang
Karena kepintaran atau kebodohannya
Memahami ajaran agamanya
Tanpa menggunakan Kebijaksanaan
Tanpa menggunakan Nuraninya
Tak heran….
Dunia menjadi semakin kacau
Banyak orang-orang tak waras berkeliaran
Berteriak-teriak atas nama Tuhan
Penuh kesombongan
Membunuh, merusak, membenci
Menghakimi dan mengadili dalam amarah
Dikatakan sebagai perintah Tuhan
Agama yang seharusnya sebagai Jalan
untuk membebaskan dari ketersesatan,
Akhirnya dijadikan jalan untuk menyesatkan !
Saatnya membuka mata, pikiran dan hati
Untuk mendengarkan suara Tuhan yang sesungguhnya!
Percy Jackson
Agama adalah Jalan…
Jalan untuk menuju kepada Kebenaran
Jalan menuju kepada Kehidupan
Jalan menuju kepada Kebaikan
Jalan untuk saling Mengasihi
Dan jalan menuju kepada Pencerahan
Namun Mengapa ?
Agama menjadi jalan menuju kepada kesalahan
Jalan kepada kematian
Jalan kepada kejahatan
Jalan untuk saling membenci
Dan jalan menuju kepada kesesatan
Agama hanya dijadikan simbol beriman
Dijadikan kebanggaan tanpa mengerti keimanan
Begitu banyak orang-orang
Karena kepintaran atau kebodohannya
Memahami ajaran agamanya
Tanpa menggunakan Kebijaksanaan
Tanpa menggunakan Nuraninya
Tak heran….
Dunia menjadi semakin kacau
Banyak orang-orang tak waras berkeliaran
Berteriak-teriak atas nama Tuhan
Penuh kesombongan
Membunuh, merusak, membenci
Menghakimi dan mengadili dalam amarah
Dikatakan sebagai perintah Tuhan
Agama yang seharusnya sebagai Jalan
untuk membebaskan dari ketersesatan,
Akhirnya dijadikan jalan untuk menyesatkan !
Saatnya membuka mata, pikiran dan hati
Untuk mendengarkan suara Tuhan yang sesungguhnya!
Percy Jackson
Label:
Catatan Teman
KENAPA MERASA BODOH ITU SANGATLAH BERGUNA
Manusia hidup pada sebuah alur, Perputaran roda yang dimulai dari kelahiran dan diakhiri dengan kematian,
Selama proses kehidupan tersebut, manusia dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap macam macam hal yang lewat di alur hidupnya.
Belajar dan terus belajar, itulah Hidup.
Dari hasil belajar itu kita bisa mengetahui banyak hal yang terjadi di kehidupan kita, banyak yang kemudian menjadi ahli dan lalu mengajari orang lain, entah itu ahli dalam pekerjaan, ahli dalam cara berpikir, ataupun ahli agama
Saat kita merasa menjadi seorang ahli, seringkali ego ahli, ego senior merasuk ke diri kita, merasa diri ini pintar, merasa diri ini tau banyak.
Namun yang perlu di ketahui, sebenarnya merasa ahli, merasa pintar, merasa senior itu sebenarnya berbahaya? (terkadang sangatlah berbahaya)
Dalam tahapan ini banyak yang kemudian berhenti belajar, berhenti bertanya, angkuh, lalu memandang remeh sesuatu yang dia anggap kecil dan tidak sebanding dengan keahliannya, termasuk memandang rendah terhadap junior dan memandang remeh pekerjaan pekerjaan kecil, dan banyak seseorang yang merasa ahli kemudian menjadi anti kritik dan tidak kritis lagi
Saat didapati kritik dari orang yang dia pandang tidak sebesar dia, egonya akan tinggi lalu tidak memandang kritik tersebut sebagai sebuah masukan, malah memandang kritik tersebut sebagai penghinaan, sebagai pelecehan terhadap apa yang dia yakini sebagai keahliannya
Berusaha membentengi dirinya dari perasaan dilecehkan tersebut, mencari cari pembenaran terhadap sikapnya dan mengabaikan kritik yang masuk, walau sebenarnya di dalam hati dia tau kritik itu benar namun dia tak mau mengakuinya
Ego itu pun akan membuat seseorang menjadi tidak kritis terhadap keanehan keanehan di sekitarnya, karena perhatiannya seringkali hanya terpusat pada hal hal yang dia anggap layak untuk dia perhatikan, dan bukan tidak mungkin hal ini akan membuat dia mudah terjebak
Kenapa?
karena orang yang merasa pintar seringkali merasa malu untuk bertanya, terutama bila yang dipertanyakan adalah hal yang dianggapnya remeh,kecil atau lebih diketahui juniornya
Sungguh teramat beda sekali dengan sikap yang di tunjukan sewaktu masih amatiran, masih pemula, masih bodoh,
Si bodoh tidak akan berhenti belajar karena dia merasa masih membutuhkan pelajaran yang lebih dan lebih lagi,
Si amatir tidak akan menyombongkan dirinya, karena dia tidak merasa pantas untuk bersikap sombong,
Si pemula tak akan merasa malu untuk bertanya, sekalipun itu hal hal yang remeh dan kecil, jika dirasa aneh dan dia tak mengetahui jawabnya
Dengan begitu, si junior ini justru akan lebih eling dan waspada dibanding dia yang merasa dirinya ahli dan senior,
Maka dari itu, tetaplah dalam hidup ini anda menjadi seorang pemula, jangan merasa ahli, dan teruslah belajar
=============
Akeh lumuh katokna balilu, marma tansah mintonaken kawruh pribadi, amrih denalema punjul
Banyak banyaklah menahan diri dan memperlihatkan kebodohan, jangan menyombongkan kemampuan sendiri, jangan pelihara sikap ingin dipuji
Serat Wedharaga
R. Ng. Ranggawarsita
Manusia hidup pada sebuah alur, Perputaran roda yang dimulai dari kelahiran dan diakhiri dengan kematian,
Selama proses kehidupan tersebut, manusia dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap macam macam hal yang lewat di alur hidupnya.
Belajar dan terus belajar, itulah Hidup.
Dari hasil belajar itu kita bisa mengetahui banyak hal yang terjadi di kehidupan kita, banyak yang kemudian menjadi ahli dan lalu mengajari orang lain, entah itu ahli dalam pekerjaan, ahli dalam cara berpikir, ataupun ahli agama
Saat kita merasa menjadi seorang ahli, seringkali ego ahli, ego senior merasuk ke diri kita, merasa diri ini pintar, merasa diri ini tau banyak.
Namun yang perlu di ketahui, sebenarnya merasa ahli, merasa pintar, merasa senior itu sebenarnya berbahaya? (terkadang sangatlah berbahaya)
Dalam tahapan ini banyak yang kemudian berhenti belajar, berhenti bertanya, angkuh, lalu memandang remeh sesuatu yang dia anggap kecil dan tidak sebanding dengan keahliannya, termasuk memandang rendah terhadap junior dan memandang remeh pekerjaan pekerjaan kecil, dan banyak seseorang yang merasa ahli kemudian menjadi anti kritik dan tidak kritis lagi
Saat didapati kritik dari orang yang dia pandang tidak sebesar dia, egonya akan tinggi lalu tidak memandang kritik tersebut sebagai sebuah masukan, malah memandang kritik tersebut sebagai penghinaan, sebagai pelecehan terhadap apa yang dia yakini sebagai keahliannya
Berusaha membentengi dirinya dari perasaan dilecehkan tersebut, mencari cari pembenaran terhadap sikapnya dan mengabaikan kritik yang masuk, walau sebenarnya di dalam hati dia tau kritik itu benar namun dia tak mau mengakuinya
Ego itu pun akan membuat seseorang menjadi tidak kritis terhadap keanehan keanehan di sekitarnya, karena perhatiannya seringkali hanya terpusat pada hal hal yang dia anggap layak untuk dia perhatikan, dan bukan tidak mungkin hal ini akan membuat dia mudah terjebak
Kenapa?
karena orang yang merasa pintar seringkali merasa malu untuk bertanya, terutama bila yang dipertanyakan adalah hal yang dianggapnya remeh,kecil atau lebih diketahui juniornya
Sungguh teramat beda sekali dengan sikap yang di tunjukan sewaktu masih amatiran, masih pemula, masih bodoh,
Si bodoh tidak akan berhenti belajar karena dia merasa masih membutuhkan pelajaran yang lebih dan lebih lagi,
Si amatir tidak akan menyombongkan dirinya, karena dia tidak merasa pantas untuk bersikap sombong,
Si pemula tak akan merasa malu untuk bertanya, sekalipun itu hal hal yang remeh dan kecil, jika dirasa aneh dan dia tak mengetahui jawabnya
Dengan begitu, si junior ini justru akan lebih eling dan waspada dibanding dia yang merasa dirinya ahli dan senior,
Maka dari itu, tetaplah dalam hidup ini anda menjadi seorang pemula, jangan merasa ahli, dan teruslah belajar
=============
Akeh lumuh katokna balilu, marma tansah mintonaken kawruh pribadi, amrih denalema punjul
Banyak banyaklah menahan diri dan memperlihatkan kebodohan, jangan menyombongkan kemampuan sendiri, jangan pelihara sikap ingin dipuji
Serat Wedharaga
R. Ng. Ranggawarsita
Label:
Perenungan
Agustus 30, 2011
POSISI TIDUR YANG BAIK AKAN MEMPENGARUHI KESEHATANT
tidur bagaimanakah yang anda sukai ??
- tidur dengan posisi miring
bila anda merasa sangat nyaman sekali dengan posisi tidur sepeti ini sebaiknya persiapkan tidur dengan posisi badan miring ke arah kanan. dengan begitu tidak membebani jantung dengan berat badan anda karena proses pompa jantung berjalan terus menerus tanpa henti. bayangkan bila berat badan anda membebani jantung maka yang akan terjadi adalah kelelahan pada jantung dan akan berakibat fatal untuk jangka panjang.
tidur dengan posisi badan telentang
sebenarnya tidur dengan posisi badan telentang adalah sangat baik untuk njenengan njenengan yang seringkali merasakan nyeri/sakit pada bagian punggung. sisipkan bantal pada bawah lutut adalah baik untuk mengurangi beban pada punggung bagian bawah.
Tidur dngan posisi badan Telungkup/ tengkurap
posisi seperti ini adalah sangat buruk sekali karena secara langsung menekan organ pada bagian dada dan perut khususnya Jantung. tapi apabila memang karena sebab terpaksa njenengan harus tidur dengan posisi tersebut, maka yang harus njenengan lakukan adalah : gunakanlah bantal sebagai alas perut dan pinggang yang harus njenengan hindari pengguna'an bantal pada bagian kepala atau apabila kurang nyaman ambil bantal sebagai alas kepala yang lebih kecil agar tidak terlalu menekan pada leher kita.
bila anda menyukai bermeditasi .. luangkan waktu relaksasi sebentar sebelum tidur
ganti alas tidur yang lebih nyaman alias empuk .. bersihkan sprei agar debu debu tidak menempel dan mengganggu proses bernafas anda sewaktu tidur.
Label: info kesehatan
Langganan:
Postingan (Atom)