Manusia hidup pada sebuah alur, Perputaran roda yang dimulai dari kelahiran dan diakhiri dengan kematian,
Selama proses kehidupan tersebut, manusia dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap macam macam hal yang lewat di alur hidupnya.
Belajar dan terus belajar, itulah Hidup.
Dari hasil belajar itu kita bisa mengetahui banyak hal yang terjadi di kehidupan kita, banyak yang kemudian menjadi ahli dan lalu mengajari orang lain, entah itu ahli dalam pekerjaan, ahli dalam cara berpikir, ataupun ahli agama
Saat kita merasa menjadi seorang ahli, seringkali ego ahli, ego senior merasuk ke diri kita, merasa diri ini pintar, merasa diri ini tau banyak.
Namun yang perlu di ketahui, sebenarnya merasa ahli, merasa pintar, merasa senior itu sebenarnya berbahaya? (terkadang sangatlah berbahaya)
Dalam tahapan ini banyak yang kemudian berhenti belajar, berhenti bertanya, angkuh, lalu memandang remeh sesuatu yang dia anggap kecil dan tidak sebanding dengan keahliannya, termasuk memandang rendah terhadap junior dan memandang remeh pekerjaan pekerjaan kecil, dan banyak seseorang yang merasa ahli kemudian menjadi anti kritik dan tidak kritis lagi
Saat didapati kritik dari orang yang dia pandang tidak sebesar dia, egonya akan tinggi lalu tidak memandang kritik tersebut sebagai sebuah masukan, malah memandang kritik tersebut sebagai penghinaan, sebagai pelecehan terhadap apa yang dia yakini sebagai keahliannya
Berusaha membentengi dirinya dari perasaan dilecehkan tersebut, mencari cari pembenaran terhadap sikapnya dan mengabaikan kritik yang masuk, walau sebenarnya di dalam hati dia tau kritik itu benar namun dia tak mau mengakuinya
Ego itu pun akan membuat seseorang menjadi tidak kritis terhadap keanehan keanehan di sekitarnya, karena perhatiannya seringkali hanya terpusat pada hal hal yang dia anggap layak untuk dia perhatikan, dan bukan tidak mungkin hal ini akan membuat dia mudah terjebak
Kenapa?
karena orang yang merasa pintar seringkali merasa malu untuk bertanya, terutama bila yang dipertanyakan adalah hal yang dianggapnya remeh,kecil atau lebih diketahui juniornya
Sungguh teramat beda sekali dengan sikap yang di tunjukan sewaktu masih amatiran, masih pemula, masih bodoh,
Si bodoh tidak akan berhenti belajar karena dia merasa masih membutuhkan pelajaran yang lebih dan lebih lagi,
Si amatir tidak akan menyombongkan dirinya, karena dia tidak merasa pantas untuk bersikap sombong,
Si pemula tak akan merasa malu untuk bertanya, sekalipun itu hal hal yang remeh dan kecil, jika dirasa aneh dan dia tak mengetahui jawabnya
Dengan begitu, si junior ini justru akan lebih eling dan waspada dibanding dia yang merasa dirinya ahli dan senior,
Maka dari itu, tetaplah dalam hidup ini anda menjadi seorang pemula, jangan merasa ahli, dan teruslah belajar
=============
Akeh lumuh katokna balilu, marma tansah mintonaken kawruh pribadi, amrih denalema punjul
Banyak banyaklah menahan diri dan memperlihatkan kebodohan, jangan menyombongkan kemampuan sendiri, jangan pelihara sikap ingin dipuji
Serat Wedharaga
R. Ng. Ranggawarsita
0 komentar:
Posting Komentar
hal yang paling kucari adalah persaudara'an dan pengetahuan.
mohon komen di bawah posting suwun