Bunga Dosa dan Cinta...
( karena mekarnya bunga rindu paling hayali!
adalah Kau yang sembunyi dibalik tirai)
Aku pun rendahkan dahi
kecup mesra dingin lantai
karena wajah itu selalu, goda hati
karena senyum lembut itu; tersemai
pada sukma; Kau tumbuhkan cahaya ilahi
Serendah inikah atas debu letak ketaatan
menyentuh hangat pualam madu kehinaan
mencium hawa dingin memeluk kesunyian
membakar jiwa gejolak pecah keheningan
sesak dada; obati luka sedalam kerinduan
Segala kesah dan gundah; meraja
kejam merajam direlung jiwa
menggulung keluhan tanpa bersuara
tak habis-habis waktu mendera
meratap gangga luka karena siksa
jatuh merenik airmata dikolam jiwa
berlayar menuju muara samodra
Berbaring lusuh bersama debu
didepan pintu merajuk pilu
mendekat tiada habis waktu
ditatap muka megelayut sendu
Mengingat seribu keindahan mawarmu
engkau sematkan ditaman kalbu
hatiku remuk redam diamuk rindu
mengalirkan darah luka dibadanku
tak sanggup kupalingkan wajahku darimu
harap cintamu tumpas segera dendam rindu
( Waktu terus berjalan dipergulatan jiwa
dan nafsu memburu dari seluruh penjuru
membakar hangus legam sekujur tubuh
jiwa luluhlantak segala kesah dan gundah
membelah kolam jiwa menuju muara lautan ).
: Insipirasi dari sajak Chairil Anwar,
11-23, 2009
kecup mesra dingin lantai
karena wajah itu selalu, goda hati
karena senyum lembut itu; tersemai
pada sukma; Kau tumbuhkan cahaya ilahi
Serendah inikah atas debu letak ketaatan
menyentuh hangat pualam madu kehinaan
mencium hawa dingin memeluk kesunyian
membakar jiwa gejolak pecah keheningan
sesak dada; obati luka sedalam kerinduan
Segala kesah dan gundah; meraja
kejam merajam direlung jiwa
menggulung keluhan tanpa bersuara
tak habis-habis waktu mendera
meratap gangga luka karena siksa
jatuh merenik airmata dikolam jiwa
berlayar menuju muara samodra
Berbaring lusuh bersama debu
didepan pintu merajuk pilu
mendekat tiada habis waktu
ditatap muka megelayut sendu
Mengingat seribu keindahan mawarmu
engkau sematkan ditaman kalbu
hatiku remuk redam diamuk rindu
mengalirkan darah luka dibadanku
tak sanggup kupalingkan wajahku darimu
harap cintamu tumpas segera dendam rindu
( Waktu terus berjalan dipergulatan jiwa
dan nafsu memburu dari seluruh penjuru
membakar hangus legam sekujur tubuh
jiwa luluhlantak segala kesah dan gundah
membelah kolam jiwa menuju muara lautan ).
: Insipirasi dari sajak Chairil Anwar,
11-23, 2009
Aku pun rendahkan dahi
kecup mesra dingin lantai
karena wajah itu selalu, goda hati
karena senyum lembut itu; tersemai
pada sukma; Kau tumbuhkan cahaya ilahi
Serendah inikah atas debu letak ketaatan
menyentuh hangat pualam madu kehinaan
mencium hawa dingin memeluk kesunyian
membakar jiwa gejolak pecah keheningan
sesak dada; obati luka sedalam kerinduan
Segala kesah dan gundah; meraja
kejam merajam direlung jiwa
menggulung keluhan tanpa bersuara
tak habis-habis waktu mendera
meratap gangga luka karena siksa
jatuh merenik airmata dikolam jiwa
berlayar menuju muara samodra
Berbaring lusuh bersama debu
didepan pintu merajuk pilu
mendekat tiada habis waktu
ditatap muka megelayut sendu
Mengingat seribu keindahan mawarmu
engkau sematkan ditaman kalbu
hatiku remuk redam diamuk rindu
mengalirkan darah luka dibadanku
tak sanggup kupalingkan wajahku darimu
harap cintamu tumpas segera dendam rindu
( Waktu terus berjalan dipergulatan jiwa
dan nafsu memburu dari seluruh penjuru
membakar hangus legam sekujur tubuh
jiwa luluhlantak segala kesah dan gundah
membelah kolam jiwa menuju muara lautan ).
: Insipirasi dari sajak Chairil Anwar,
11-23, 2009
0 komentar:
Posting Komentar
hal yang paling kucari adalah persaudara'an dan pengetahuan.
mohon komen di bawah posting suwun