" BABENA AZZAM - ALAM UNIK - ASTOBLOG.BLOGSPOT.COM " Alam Unik : Alam Unik : Alam Unik
http://blokosutoo-alamunik.blogspot.com/

Agustus 16, 2011

Makna HA NA CA RA KA ( aksara Jawa )


1. Ha
: Hananira sejatine wahananing Hyang.

Adanya pada hakekatnya adalah pendukung Hyang …. wujud atau kebenaran.


2. Na
: Nadyan ora kasad mata pasti ana.

Meskipun tidak nampak oleh mata, tetapi ia pasti ada.


3. Ca : Careming Hyang yekti tan ceta wineca.

Nikmatnya Hyang yang sesungguhnya tak (dapat) diuraikan dengan jelas(mempergunakan kata-kata). Karena tak ada sesuatu yang menyerupai Hyang.


4. Ra : Rasakena rakete lan angganira.

Rasakanlah eratnya dengan badanmu.


5. Ka
: Kawruhanan jiwa kongsi kurang weweka.

Ketahuan dari jiwa jika kurang diusahakan.


6. Da
: Dadi sasar yen sira nora waspada.

Jika tidak waspada (kau) akan menjadi sesat.


7. Ta
: Tamatna prabaning Hyang Sing Sasmita.

Perhatikanlah cahaya Hyang yang memberikan isyarat.


8. Sa
: Sasmitane kang kongsi bisa karasa.

Isyarat yang sampai dapat dirasakan.


9. Wa
: Waspadalah wewadi kang sira gawa.

Lihatlah dengan seksama (sifat) batin sesungguhnya yang anda bawa.


10. La
: Lalekna yen sira tumekeng lalis.

Lupakanlah pada waktu anda sampai pada kematian.


11. Pa
: Patisasar tan wus manggyapapa.

Kematian sesat yang tak sampai pada tujuan akan menjumpai kesengsaraan.


12. Dha
: Dhasar beda lan kang wus kalis ing godha.

Pada dasarnya berbeda dengan (orang) yang telah tak terpengaruh oleh godaan.


13. Ja
: Jangkane mung jenak jemjeming jiwaraga.

Rencana tindakannya, hanya tahan tenteram didalam kebesaran jiwa.


14. Ya
: Yatnanana liyep luyuting pralaya.

Lihatlah dalam keadaan lupa-lupa ingat mengaburnya pralaya/kematian.


15. Nya
: Nyata sonya nyenyet lebeting kadonyan.

Nyata (bahwa) sunyi senyap (segala) jejak keduniawian.


16. Ma
: Madyen ngalam perantunan aja samara.

Ditengah “ngalam perantunan” janganlah ragu-ragu.


17. Ga
: Gayuhaning tanaliyan jung sarwa arga.

Tak ada lain yang hendak dicapai kecuali segala “gunung” atau “jamuan”.


18. Ba
: Bali murba wisesa ing njero njaba.

Kembali mengatur menguasai (segi) luar dan dalam.


19. Tha
: Thukulane widadarja tebah nistha.

Tumbuhnya kekuatan hukum menembus kerendahan/kehinaan.


20. Nga
: Ngarah-arah ing reh mardi-mardiningrat.

Berhati-hati dalam merencanakan pengaturan-mengatur dunia.Uraian mengenai 20 petunjuk “aksara” – dari serat sastra gending; Karya Sultan Agung Prabu Anyakrakusuma.

0 komentar:

Posting Komentar

hal yang paling kucari adalah persaudara'an dan pengetahuan.

mohon komen di bawah posting suwun