Hati dan Jiwa Sekarat...
Tiada tenang hatimu, apalagi ada santai, meluap-luap gemuruh didalam dada, seperti lahar panas yang muntah dari gunung.
Tiada tenang akal busukmu, apalagi ada damai, meletup-letup gejolak didalam jiwa, seperti kobaran api membakar kulit.
Tak lupa kau mengayun-ayunkan kepala, biar terasa ringan beban utang, sekedar menantang apa kata nurani, mendongakkan kepala keatas langit, sambil meludah wajah penuh dendam, lahirkan caci maki.
Pada muka siapapun kau acungkan tangan, seperti berkata : Bunuh segala perintang bagi perut pembuncit, berisi onggokan bangkai yang semakin hari kian membukit.
Dengan sikap sombong dan angkuh, kau sigi kenyataan kehidupan, kau permainkan kebenaran, sekedip mata berubah menjadi ladang kengerian. Saat kau sekarat dan menolak maut, pintamu tak ingin dijemput dengan mobil ambulans, namun kau minta mobil pribadi milikmu, padahal kau sudah tak punya, habis ludes setelah kau pertaruhkan dimeja perjudian.
Gemblunk-Nyentrik
0 komentar:
Posting Komentar
hal yang paling kucari adalah persaudara'an dan pengetahuan.
mohon komen di bawah posting suwun